Variasi Musiman Dan Proyeksi (Muhamad Husni Idris)

VARIASI MUSIMAN DAN PROYEKSI -SUMBERDAYA MATA AIR-  
- DI HULU DAERAH ALIRAN SUNGAI BABAK DAN RENGGUNG LOMBOK TENGAH

SEASONAL VARIATION AND PROJECTION   OF - SPRING RESOURCES- IN THE UPSTREAM OF BABAK AND RENGGUNG WATERSHED IN CENTRAL LOMBOK

Muhamad Husni Idris1), Mahrup2), dan Aldi Ripaldi3)
1)Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Mataram, 
Jalan Majapahit, Mataram
1,2)Pusat Penelitian Sumberdaya Air dan Agroklimat Universitas Mataram, 
Jalan Pendidikan, Mataram
3)Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Mataram
Jalan  TGH Ibrahim Khalidy Kediri NTB
Email: 1) husni_id98@yahoo.com, 2)mahrup@yahoo.com, 3)rivalntb@yahoo.com

Diterima 10 Juli 2013, diterima setelah perbaikan15 Februari.2015
Disetujui untuk diterbitkan 20 Februari.2015

Abstrak: Mata air dapat dijadikan suatu indikator fungsionalitas Daerah Aliran Sungai (DAS) dalam konservasi air.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan variasi debit aliran mata air di daerah hulu DAS Babak dan Renggung dalam hubungannya dengan perubahan iklim.  Pengukuran debit mata air dilakukan pada lima lokasi; Lingkok lime, Sekedek 1, Sekedek 2, Dare Dendeng dan Nyeredet sebanyak delapan kali yaitu pada Februari dan Maret (musim hujan), Mei, Juni dan Juli (transisi), September, Oktober dan November 2011 (kemarau).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit rata-rata berkisar antara 0,06 sampai 55,77 liter/detik, dan debit menurun dari musim hujan ke musim kemarau.   Korelasi antara debit mata air dan kombinasi hujan (50% hujan bulan bersangkutan, 30% satu bulan sebelumnya dan 20% hujan 2 bulan sebelumnya) lebih tinggi (r =  0,53 sampai 0,86) dibandingkan korelasi dengan satu bulan  hujan bulan bersangkutan (r = 0,002 sampai 0,49).  Proyeksi perubahan debit mata air bulanan yang diestimasi dari perubahan hujan akibat perubahan iklim menggunakan model menunjukkan bahwa debit mata air bulanan pada tahun 2040-2045, 2080-2085 tidak memperlihatkan perubahan yang berarti dibandingkan obervasi tahun 2000-2005 kecuali untuk akhir kemarau, Oktober dan Nopember. Informasi ini dapat menjadi pertimbangan pengelolaan sumberdaya air untuk antisipasi dampak perubahan iklim pada sistem DAS Babak dan Renggung.   

Kata kunci: mata air, musim, perubahan iklim, dan daerah aliran sungai. 


Abstract: Springs can be useful as an indicator of watershed functionality in term of water conservation. This study aimed to investigate the characteristics and variations of spring discharge in the upper Renggung and Babak watershed in relation to climate change.  Discharge of five spring sites located at Lingkok lime, Sekedek 1, Sekedek 2, Dare Dendeng and Nyeredet were measured eight times, i.e; February and March (rainy season), May, June and July (transition), September, October and November 2011 (dry season).  Results showed that the average of spring discharge ranged from 0.06 to 55.77 l/s, and steadely decreased from rainy to dry season.  Strong correlation (r) was found between spring discharge and combination rainfall (50% rainfall of the observed month, 30% of the last month and 20% two past months) (r = 0.53 to 0.86), while correlation for one month rainfall of corresponding month were weak (r= 0.002 to 0.49).  Estimated discharge rate showed that the monthly spring discharge as a function of rainfall variability in 2040-2045 and 2080-2085 was unchanged compared to that in 2000-2005, except in dry season of October and November. This information colud be valuable for water resources management to reduce the impact of climate change in Babak and Rengung watershed.

Keywords: spring, season, climate change, and watershed.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Sep 13, 2015, 9:01 AM
Comments