Variasi Bulanan Tinggi Lapisan Tropopause (Eddy Hermawan)

VARIASI BULANAN TINGGI LAPISAN TROPOPAUSE
KAWASAN BARAT INDONESIA
BERBASIS HASIL ANALISIS DATA EAR

THE MONTHLY VARIATION OF TROPOPAUSE 
HEIGHT OVER THE WESTERN PART OF INDONESIA
BASED ON THE EAR DATA ANALYSIS

Eddy Hermawan 
Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Jalan Djundjunan, Bandung 
Email: eddy_lapan@yahoo.com


Abstrak: Salah satu faktor utama terjadinya transfort vertikal daripada gas-gas polutan dari lapisan troposfer atas ke stratosfer bawah ataupun sebaliknya adalah terkoyak lapisan tropopause yang dikenal dengan istilah tropopause breaking/folding. Banyak faktor yang menyebabkan terkoyaknya lapisan tersebut, satu diantaranya adalah akibat adanya gaya dorong ke atas (updraft) yang sangat kuat sebagai akibat adanya proses konveksi yang sangat intensif yang terjadi di lapisan permukaan yang ditandai dengan terbentunya kumpulan awan-awan Cumulonimbus (Cb), dikenal dengan istilah Super Cloud Clusters (SCCs). Fenomena inilah yang dikenal dengan istilah Stratosphere-Troposphere Exchange (STE) yang menjadi bagian utama dari kegiatan penelitian antara pihak Indonesia dan Amerika dalam satu kegiatan riset bersama dengan nama SEAC4RS (South East Asia Composition, Cloud, Climate Coupling Regional Study). Berbasis hasil analisis data angin zonal dan vertikal EAR (Equatorial Atmosphere Radar) periode Januari hingga 2003 dengan resolusi setiap 3 jam pengamatan untuk setiap ketinggian 3 km, mulai dari lapisan 1-22 km di atas permukaan laut (dpl), maka diperoleh variasi bulanan tinggi lapisan tropopause kawasan barat Indonesia mulai bulan Januari hingga Desember 2003. Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan tidak lapisan tropopause bervariasi menurut waktu. Pada saat musim basah (seperti Januari), tinggi lapisan tropopause relatif lebih sulit untuk ditentukan, dibandingkan saat musim kemarau (seperti Juli). Analisis lengkap kami diskusikan didalam full makalah ini. 

Kata kunci: EAR, Tropopause Breaking/Tropopause Folding, dan SEAC4RS.


Abstract: One of the main factors of transfort vertical rather than pollutant gases from the troposphere to the stratosphere is torn down or otherwise that the tropopause layer known as the tropopause breaking / folding. Many factors cause the rending of the layer, one of which is the result of the upward push (updraft) is very strong as a result of very intense convection processes occurring in the surface layer is characterized by a collection terbentunya cumulonimbus clouds (Cb), known with the term Super Cloud Clusters (SCCs). This phenomenon is known as the Stratosphere-troposphere exchange (STE) is a major part of research activities between Indonesia and the United States in a joint research activities with the name SEAC4RS (South East Asia Composition, Cloud, Regional Climate Coupling Study). Based on the results of data analysis and vertical zonal wind EAR (Equatorial Atmosphere Radar) the period January to 2003 with a resolution every three hours of observation for each height of 3 km, starting from the layer 1-22 km above sea level (asl), the obtained high monthly variations tropopause layer of the western region of Indonesia from January to December 2003. The analysis further demonstrates the tropopause layer does not vary according to time. In the wet season (eg January), high tropopause layer is relatively more difficult to determine, than during the dry season (like July). Our complete analysis is discussed in the full paper.

Keywords: EAR, Tropopause Breaking/Tropopause Folding, and SEAC4RS.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Sep 28, 2014, 5:35 PM
Comments