Variabilitas NO2 Troposfer Total dan SO2 Total (Tuti Budiwati)

VARIABILITAS NO2 TROPOSFER TOTAL DAN SO2 TOTAL
DI SUMATERA BERBASIS DATA SATELIT

VARIABILITY OF TROPOSPHERE AND TOTAL NO2
AND TOTAL SO2 AT SUMATERA BASIS ON SATELLITE DATA

Tuti Budiwati
Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer -LAPAN
Jalan Djundjunan, Bandung
Email: tuti_lapan@yahoo.com


Abstrak: Kebakaran hutan dan lahan di Sumatera akan mengakibatkan penurunan kualitas udara di wilayah ini. Luas lahan dan hutan terbakar  dari sumber data Kementerian Kehutanan berkorelasi dengan jumlah titik api (MODIS AQUA/TERRA -FIRMS). Daerah yang mempunyai titik api terbanyak di Sumatera adalah Riau, Sumatera Selatan, Jambi dan Sumatera Utara. Data gas NO2 (nitrogen dioksida) dan SO2 (sulfur dioksida) dari 2005 – 2010 dari  AURA OMI –Giovanni dianalisis untuk menjelaskan dampak dari kebakaran, aktivitas  gunung berapi atau antropogenik.. Variasi bulanan dan musiman NO2 troposfer dan NO2 total memperlihatkan konsentrasi tinggi pada musim kering (JJA) yaitu 1,02 x 1015 dan 3,12 x 1015 molekul/cm2). Konsentrasi maksimum NO2 total dan troposfer didapati pada bulan Agustus dan September pada saat kebakaran hutan dan lahan. Nilai NO2 troposfer lebih fluktuasi dibandingkan NO2 total dikarenakan pengaruh dari NO2 lokal antropogenik maupun pembakaran biomasa di permukaan. Sedangkan konsentrasi maksimum SO2 total terjadi pada bulan Januari demikian juga distribusi konsentrasi SO2 total terlihat tinggi pada musim basah (DJF) dengan nilai rata-rata 0,08 DU (Dobson Unit). Hal tersebut disebabkan adanya pengaruh SO2 dari aktivitas gunung berapi yang banyak terdapat di Sumatera. Terlihat pula pengaruh gunung Krakatau di selat Sunda dari sebaran konsentrasi SO2 total yang tinggi di ujung selatan pulau Sumatera, juga konsentrasi yang tinggi di sekitar gunung Kerinci yang meletus pada tahun 2007.

Kata kunci: kebakaran hutan dan lahan, titik api,  NO2 , SO2, dan gunung berapi.


Abstract: Forest and land fires in Sumatera lead to air quality degradation. Land and forest burning area obtained from ministry of forestry correlated well with hotspot (MODIS AQUA/TERRA – FIRMS). Area with highest number of hotspot were South Sumatera, Jambi and North Sumatera. Gaseous NO2 (nitrogen dioxide) and SO2 (sulfur dioxide) data from 2005-2010 from AURA OMI- Giovanni were analysed to explain impact of fires, volcanoes activity or antropogenic. Monthly and seasonal variations of tropospheric and  total NO2 showed high concentration during dry season (JJA) i.e.  1.02 x 1015 and 3.12 x 1015 molecule/cm2, respectively. Maximum concentration of total and tropospheric NO2 was found in August and September during forest and land fires. Tropospheric NO2 values were more fluctuative than total NO2 because influence of anthropogenic local NO2 and bimass burning in the surface. Maximum concentration of total SO2 occurred in January and also high total SO2 concentration distribution was observed during wet season (DJF)  with mean value of 0.08 DU (Dobson unit). This was caused by influence of SO2 produced by number of volcanoes activities in Sumatera. Krakatau activity in Sunda strait was also observed from distribution of high total SO2 concentration in Southern Sumatera, and also high concentration around mount Kerinci that erupted in 2007.

Keywords: Forest and land fire, hotspot, NO2, SO2, and volcanoes.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Sep 27, 2014, 7:02 PM
Comments