Uji Toksisitas (Dodi Mulyadi)

UJI TOKSISITAS PADA LUMPUR LIMBAH COOLANT DENGAN MENGGUNAKAN METODE STATIC 

BIOASSAY DENGAN HEWAN UJI IKAN NILA

 

TOXICITY TEST ON COOLANT SLUDGE BASED ON

STATIC BIOASSAY METHOD USING FISH

 

 

Dodi Mulyadi1) , Eka Wardhani2), dan Reta Novardiani3)
1) PT Dirgantara Indonesia, Jl. Padjadjaran 154 Bandung
2,3)Jurusan Teknik Lingkungan Institut Teknologi Nasional, Jl. PHH Mustofa 65 Bandung 40124
Email: 1)Dody_m@indonesion-aerospace.com; 2)ekw_wardhani@yahoo.com; 3)Reta_nova@yahoo.com
 

Abstrak: Pengolahan limbah coolant yang selama ini sering digunakan adalah dengan menggunakan elektrokoagulasi. Dari pengolahan limbah tersebut dihasilkan filtrat limbah coolant yang berbentuk cairan dan lumpur limbah coolant yang merupakan flok dari hasil pengolahan yang terendapkan, tetapi belum teruji kadar toksisitasnya sehingga diperlukan suatu pengujian toksikologi. Metoda yang biasa digunakan untuk uji toksikologi adalah Metoda “Static Bioassay” yaitu pengujian yang biasanya dilakukan menggunakan aquarium dan selama pengujian berlangsung kondisi percobaan tetap dijaga agar konstan. Uji toksikologi ini menggunakan lumpur basah limbah coolant yaitu flok yang terbentuk dari hasil pengolahan yang masih mempunyai kadar air sebanyak 75% dan lumpur yang sudah dikeringkan terlebih dahulu tetapi masih mengandung kadar air sebanyak 33% sebagai sampel. Hasil perhitungan dari data pengamatan dengan metoda probit didapat nilai LC50 lumpur basah limbah coolant sebesar 3,962 gr/l dengan kadar lumpur sebesar 0,99 gr/l dan untuk lumpur kering limbah coolant sebesar 2,320 gr/l dengan kadar lumpur sebesar 1,55gr/l. Dari semua hasil perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa limbah lumpur basah dikategorikan sebagai limbah “Practically Nontoxic” atau tidak beracun sedangkan limbah lumpur kering dikategorikan sebagai limbah “Relatively Harmless” atau relatif tidak berbahaya berdasarkan US Fish and Wildlife Service untuk Hazard Categories. Sehingga dapat disimpulkan bahwa proses pengeringan dengan pemanasan dapat menurunkan kadar toksisitas limbah.

Kata kunci: LC50, lumpur basah, lumpur kering, dan static bioassay.


Abstract: Electrocoagulation is a common method use for wastewater coolant treatment. The treatment produced a supernatant coolant which form a liquid and coolant sludge as it sediment, but the toxicity level from the treatment was unknown therefore toxicology test need to measure it. Static bioassay method is a commonly used method in toxicology test, this method is using aquarium as it media and testing condition was made to remain constant during the whole process. This method is also using coolant sludge that was come straight from treatment process with 75% water level and drained sludge with water level reached 33% as sample. Having the test calculated, LC50 for wet coolant sludge is 3,962 gr/l with sludge level 0,99 gr/l and LC50 for dry coolant sludge is 2,320 gr/l with sludge level 1,55 gr/l. Conclusion from the result shows that wet coolant sludge is practically nontoxic and dry coolant sludge can be catagorize as relatively harmless based on US Fish and Wildlife Service for Hazard Categories.On the other word, heating drying process may decrease toxicity level of coolant sludge.

Keyword: LC50, wet coolant sludge, dry coolant sludge, and static bioassay.

 

Comments