Tinjauan Kendali Pengawasan Limbah (Togap Marpaung)

TINJAUAN KENDALI PENGAWASAN LIMBAH 
DETEKTOR ASAP KAMAR IONISASI 
YANG MENGANDUNG RADIOAKTIF

REVIEW OF REGULATORY CONTROL OF IONIZATION CHAMBER SMOKE DETECTOR WASTE WHICH CONTAINING
 RADIOACTIVE SUBSTANCES 


Togap Marpaung
Inspektur Utama Keselamatan Radiasi BAPETEN
Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat 
Email: t.marpaung@bapeten.go.id


Abstrak: Tinjauan kendali pengawasan limbah detektor asap kamar ionisasi (DAKI) yang mengandung zat radioaktif dilakukan dalam rangka penyusunan Peraturan Kepala (Perka) BAPETEN yang mengatur persyaratan teknis secara rinci. Draf Perka BAPETEN telah disusun sejak tahun 2011 dan pendekatan pengawasan limbah DAKI ini dapat memberikan kepastian keselamatan radiasi terhadap anggota masyarakat dan lingkungan hidup. Zat radioaktif yang digunakan adalah americium (Am-241), aktivitas ≤ 40 kBq hingga ≤ 2,2 GBq, nilainya jauh di atas tingkat pengecualian (10 kBq). DAKI yang dibuat pertama sekali, menggunakan beberapa jenis radionuklida, diantaranya radium  (Ra-226) yang lebih berbahaya daripada Am-241. Selain itu, tanda radiasi yang dipasang pada bagian dalam DAKI dapat menimbulkan kekuatiran pada publik jika DAKI bekas dibuang secara sembarangan. Kajian dilakukan melalui studi literatur, misalnya di Uni Eropa (UE), DAKI bekas dikelola sebagai limbah bahan, berbahaya dan beracun (B3) atau limbah radioaktif, dengan ketentuan bahwa radionuklida yang digunakan adalah Am-241 dan aktivitas maksimal 40 kBq. Di Australia, DAKI bekas dikelola sebagai limbah radioaktif jika lebih dari 10 produk. Kesimpulan kajian adalah zat radioaktif yang boleh digunakan hanya  Am-241, aktivitas maksimal 40 kBq, jumlah DAKI bekas tidak perlu dibatasi dan dikumpulkan oleh distributor untuk dikelola di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR)-BATAN di Serpong.

Kata kunci: DAKI, produk konsumen, limbah radioaktif, dan keselamatan radiasi.


Abstract: Review of regulatory control of ionization chamber smoke detector (ICSD) waste which containing radioactive substances carried in the framework of the restructuring of  Chairman Regulation (CR) of BAPETEN arranging the technical requirements in detail. CR of BAPETEN draft has been compiled since 2011 and radioactive  waste controlling  approach can provide radiation safety assurance to the member of the public  and environment. Radioactive substance used is americium (Am-241), the activity ≤ 40 kBq up to ≤ 2.2 GBq, value is far above exemption level (10 kBq). The first ICSD made, using some radionuclides, among of them is radium (Ra-226) and it is more dangerous than the Am-241. In addition, radiation sign mounted on the inside of the ICSD can cause public consternation if disused ICSDs disposed indiscriminately. Study was conducted through literature, for example in European Union (EU), disused ICSDs are managed as hazardous waste or radioactive waste, with the provision that radionuclide is Am-241 and maximal activity 40 kBq. In Australia, disused ICSDs must be managed as radioactive waste if the number more than 10 products. Conclusions of the study are radioactive substances that can be used only Am-241, maximal activity is 40 kBq and  number of them are not necessary to be limited, for further disused ICSD must be collected by the distributor to be managed on Radioactive Waste Management Centre-BATAN in Serpong.

Keywords: ICSD, consumer products, radioactive waste, and radiation safety.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Sep 27, 2014, 7:09 PM
Comments