Teknologi Pelapisan Pupuk Urea (Indratin)

TEKNOLOGI PELAPISAN PUPUK UREA DENGAN ARANG AKTIF
YANG DIPERKAYA DENGAN MIKROBA 
UNTUK MENURUNKAN RESIDU HEPTAKHLOR DAN DDT

COATING TECHNOLOGY OF UREA FERTILIZER
WITH ACTIVATED CHARCOAL FORTIFIED WITH MICROBIAL
TO REDUCE RESIDUAL HEPTACHLOR AND DDT

Indratin1) dan Sri Wahyuni
Balai Penelitian Lingkungan Pertanian
Jalan Jakenan-Jaken, Jakenan, Pati 
Email: 1)indratin@litbang.deptan.go.id

diterima 3 Juli 2012, diterima setelah perbaikan 3 April 2013
disetujui untuk diterbitkan 4 April 2013

Abstrak: Pengendalian hama sebelum adanya program pengendalian hama terpadu lebih mengandalkan pestisida jenis organoklorin yang memiliki toksisitas tinggi dan persistensi lama dalam tanah, sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Pestisida yang beredar di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Pelapisan urea dengan arang aktif yang diperkaya dengan mikroba pendegradasi POPs dapat menurunkan kadar residu Heptaklor dan DDT. Penelitian skala pot dengan media tanam (tanah) yang diambil dari lahan tercemar di Desa Sukamenak Kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang tahun 2011. Penelitian dilakukan di rumah kasa terdiri dari 2 faktor: faktor 1 tanah (steril dan non steril), faktor ke-2 pupuk: kontrol, urea prill, urea arang aktif tongkol jagung, urea arang aktif tempurung kalapa, urea arang aktif tongkol jagung+mikroba, urea arang aktif tempurung kalapa+mikroba. Tanaman yang digunakan, padi varietas Ciherang. Analisa residu insektisida dilakukan di laboratorium bahan agrokimia Balingtan. Tujuan penelitian adalah memperoleh teknologi pelapisan pupuk urea dengan arang aktif yang diperkaya dengan mikroba pendegradasi insektisida POPs yang dapat menurunkan residu insektisida heptaklor dan DDT. Penurunan residu heptaklor tertinggi terdapat pada teknologi pelapisan pupuk urea dengan arang aktif tongkol jagung yang diperkaya mikroba dalam tanah sebesar 71%. Penurunan residu DDT tertinggi dalam tanah pada perlakuan urea berlapis arang aktif tongkol jagung yaitu sebesar 94%.

Kata kunci: DDT, heptaklor, mikroba, dan urea arang aktif.


Abstract: Pest control before the existence of an integrated pest management rely more on the type of organochlorine pesticides with high toxicity and long persistence in soil, potentially contaminating the environment. Coating urea with activated charcoal enriched with microbes can degrade POPs, residues Heptaklor and DDT. With microbial enrichment is expected to accelerate the degradation of residual insecticides heptakhor and DDT. The research was the planting medium scale pot (soil) taken from polluted land in the Village Sukamenak, Cilamaya Wetan Karawang District in 2011. The study was conducted at the home screen consists of two factors: factor 1 soil (sterile and non sterile), factor-2 into the fertilizers: control, prill urea, urea activated charcoal corn cobs, urea activated charcoal coconut shells, urea activated charcoal corn cobs + microbes, urea activated charcoal coconut shells+ microbes. Plants used are rice varieties Ciherang. Insecticide residue analysis conducted in the laboratory Balingtan agrochemical ingredients. objective of the study was obtained with urea fertilizer coating technology activated charcoal enriched with degrading microbial insecticides can reduce POPs insecticide residues heptaklor and DDT. the highest decrease heptaklor residues contained in the coating technology of urea with activated charcoal corn cobs microbes in soil enriched by 71%. decline in DDT residues in soil at the highest activated charcoal-coated urea treated corncobs that is equal to 94%.

Keywords: DDT, heptachlore, microbial, and urea activated charcoal.

Ċ
Lingkungan Tropis,
May 15, 2013, 3:19 AM
Comments