Tangkapan Nelayan Pancing (Nurul Dhewani)

TANGKAPAN NELAYAN PANCING DI KAMPUNG MUTUS,
KABUPATEN RAJAAMPAT: HASIL PENDATAAN MASYARAKAT

(CATCH OF ROD FISHERMEN IN MUTUS VILLAGE, RAJAAMPAT
DISTRICT: RESULT OF COMMUNITY DATA COLLECTION) 

Nurul Dhewani Mirah Sjafrie
Pusat Penelitian Oseanografi, LIPI
Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat
Email: ndhewani@yahoo.com


Abstrak: Kepulauan Raja Ampat terletak di jantung pusat segitiga karang dunia (Coral Triangle) dan merupakan pusat keanekaragaman hayati laut tropis terkaya di dunia saat ini. Perubahan kebijakan usaha penangkapan ikan ke arah Indonesia Timur, menyebabkan kawasan ini juga dapat mengalami tekanan eksploitasi sumberdaya alam yang tinggi. Untuk alasan tersebut, maka dalam membangun kawasan Raja Ampat salah satu pendekatan yang dianggap tepat adalah pengelolaan kawasan yang berbasiskan pada ekosistem dengan melibatkan masyarakat, salah satunya adalah pendekatan Pemantauan Perikanan Berbasis Masyarakat (CREEL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pendataan nelayan yang telah terlatih di Kampung Mutus, Kabupaten Rajaampat. Pencatatan data sejak bulan Januari sampai Desember 2010. Hasil pendataan menunjukkan bahwa hasil tangkapan nelayan pancing selama 3 hari pendataan berkisar antara 97,51 kg – 1527,50 kg, dengan rata-rata tangkapan sebesar 710,81 kg/bulan. Sementara tangkapan nelayan pancing setiap hari berkisar antara 13,93 kg – 69,43 kg, dengan rata-rata tangkapan sebesar 34,78 kg/hari. Diperoleh 77 jenis ikan yang teridentifikasi, termasuk kedalam 11 famili. Tangkapan terbesar adalah famili Serranidae, diikuti oleh famili Carangidae, Lethrinidae, Lutjanidae, Caesionidae dan Scaridae. Jenis ikan dominan dari famili Serranidae adalah Variola louti dan Plectropomus oliganthus. Diharapkan upaya ini dapat diterapkan di semua lokasi sehingga data yang up to date dapat terkumpul. 

Kata kunci: hasil tangkapan, nelayan pancing, Kampung Mutus, dan pendataan masyarakat.


Abstract: Rajaampat archipelago is located in the heart of the world's coral triangle (Coral Triangle) and is the center of the richest tropical marine biodiversity in the world today. Changes in fishing policy towards eastern Indonesia, causing this area can also experience the pressure of high natural resource exploitation. To build the Rajaampat area one approach is management based on ecosystems by involving the community, one of which is Community-Based Fisheries Monitoring approach (Creel). This study aims to determine the data collection was took by fishermen who have been trained in Kampung Mutus, Rajaampat District. Data collecting was conducted since January to December 2010. The results of data collection showed that the catch of fishermen for 3 days fishing ranged from 97.51 kg - 1527.50 kg, with an average catch is 710.81 kg / month. While the catch of fishermen per day ranged between 13.93 kg - 69.43 kg, with an average is 34.78 kg / day. Retrieved 77 fish species were identified, included in 11 families. The biggest catch is family Serranidae, followed by Carangidae, Lethrinidae, Lutjanidae, Scaridae and Caesionidae. The dominant species of family Serranidae is Variola louti and Plectropomus oliganthus. This effort is expected to be implemented at all locations, so that the up to date data can be collected. 

Keywords: the catch, fishers rod, Kampung Mutus, and community data collection.

Comments