Studi Spasial Kemampuan Resap (Sri Utami)

STUDI SPASIAL KEMAMPUAN RESAP AIR HUJAN
DI KECAMATAN KLOJEN KOTA MALANG

SPATIAL STUDY ON RAINFALL INFILTRATION
IN KECAMATAN KLOJEN – MALANG CITY


Sri Utami
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Brawijaya
Jalan Veteran Malang
Email: tutu_azis@yahoo.com

Abstrak: Kemampuan lahan dalam meresapkan air hujan merupakan aspek penting yang mutlak untuk dipertahankan dalam proses pertumbuhan kota. Pengendalian terhadap pertumbuhan kota secara normatif mengikuti standar ambang batas penggunaan lahan, dimana luas lahan terbangun tidak melampaui 70% dari total luas kawasan dan menyisakan 30% berupa ruang terbuka hijau sebagai daya dukung resapan air hujan. Studi ini merupakan pengkajian yang lebih mendalam melalui proses identifikasi dan analisis terhadap kemampuan resap air hujan baik berdasarkan kondisi fisik tanah maupun penggunaan lahan. Proses penelitian melibatkan analisis kependudukan dengan metode eksponensial, analisis penggunaan lahan dengan metode deskriptif, analisis kemampuan resap dengan metode sunarto dan overlay, serta analisis kebutuhan peresapan air hujan. Kemampuan resap air hujan di Kecamatan Klojen adalah hasil overlay antara kemampuan resap air hujan berdsarkan kondisi fisik tanah dengan kemampuan resap berdasarkan penggunaan lahan. Penelitian ini memiliki 3 (tiga) tujuan yaitu, (1)Mengidentifikasi pola penggunaan lahan di Kecamatan Klojen Kota Malang. (2)Mengidentifikasi kemampuan resap air hujan di Kecamatan Klojen Kota Malang. (3)Merumuskan upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuan resap air hujan di Kecamatan Klojen Kota Malang. Hasil temuan dari penelitian ini adalah: (1) Kecamatan Klojen merupakan pusat Kota Malang dengan intensitas kegiatan yang padat, dimana pada tahun 2003 jumlah kawasan terbangun telah melampaui ambang batas lahan terbangun 70% dimana pertumbuhannya telah mencapai 91,56% dari total luas wilayah. Pola Penggunaan lahan Kecamatan Klojen mengikuti teori multiple nuclei yang dikemukakan oleh R.D Mckenzie, yaitu gejala pemusatan kegiatan baru pada kawasan yang menjauhi CBD. (2) Mayoritas Kelurahan di Kecamatan Klojen memiliki kemampuan resap yang relatif rendah. Kondisi tersebut diperkuat adanya selisih air hujan sebesar 465.311,34 m3/thn. Volume tersebut diasumsikan sebagai jumlah air hujan yang tidak meresap ke dalam tanah dan menjadi faktor utama penyebab terjadinya genangan air. (3) Rekomendasi dalam peningkatan kemampuan resap air hujan di Kecamatan Klojen adalah penempatan sumur resapan untuk menekan laju dan volume limpasan air hujan, konservasi taman dan hutan kota serta pengendalian KDB pada petak lahan.

Kata kunci: kemampuan resap air hujan, dan pola penggunaan lahan.


Abstract: The capability of land to percolate rain water is an important aspect to be maintained for city development. Normatif control to the city development follows standard on land utilized limit, that is the developed area is not more than 70 percent of the whole land area, and allocating 30 percent for green spaces to allow rain water percolation. The study is a comprehensive review through indentification and analysis to the percolation capability based on physical conditions of the land and landuse. The research consists of population analysis using exponential method, land use analyses using descriptive method, analyses on the percolation capability using sunarto and overlay method, and analyses on the ability of land percolation. The capability of rain water percolation in Kecamatan Klonjen was a result of overlay between capability of land to percolate rain water based on physical conditions of land and the capability of land to percolate rain water based on landuse. The research has three goals, these are (1) to identify landuse pattern in Kecamatan Klojen Malang. (2) to identify percolation capability in Kecamatan Klojen Malang. (3) to define affords to maintain and increase percolation capabilty in kecamatan Klojen Malang. The research findings are (1) Kecamatan Klojen is the heard of the city having high activities, in which in 2003 the built area was over the limited developed land 70 percent where the development reached 91,56 percent of the total area. The land use pattern in Kecamatan Klojen follows the theory of multiple nuclei invented by R.D. McKenzie, that is the symptom of new centered activity in the area away from CBD. (2) Most of Kelurahan Klojen has low capability to percolate rain water. These conditions lead to the excessive rainwater as much as 465.311,34 m3/year. This volume is assumed as rainwater that does not percolate as a main cause of paddling water. (3) recommendation to increase percolation rate in Kecamatan Klojen is through percolated sump-well and minimize flow rate and volume of rain water, conserve garden and city forest as well as controling on KDB on the housing site.

Keywords: capability ro percolate rainwater, and landuse pattern.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Apr 27, 2012, 8:00 AM
Comments