Studi Pemodelan Temperatur (Kancitra Pharmawati)

STUDI PEMODELAN TEMPERATUR DI WADUK DENGAN MENGGUNAKAN METODA CHAPRA
(Studi Kasus : Waduk Saguling)

 

STUDY OF TEMPERATURE MODELING IN RESERVOIR WITH CHAPRA METHOD
(Case Study : Saguling Reservoir)

 

 

Kancitra Pharmawati1)  dan Suprihanto Notodarmodjo2)

1) Jurusan Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Nasional

Jl. PHH. Mustafa No. 23 Bandung, 40124

 2) Jurusan Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Bandung

Jl. Ganesha No. 10 Bandung 40132

Email: 1)kancitra@yahoo.com; 2)suprihanto@yahoo.com

 

 

Abstrak: Waduk Saguling berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga air, penyediaan air baku air minum serta waduk untuk pertanian dan perikanan yang dikenal dengan budidaya ikan jaring apung. Temperatur air merupakan parameter penting karena berpengaruh pada spektrum biologi, fisika dan proses-proses kimia yang terjadi di habitat air tawar.  Secara umum besarnya suhu air dipengaruhi oleh radiasi sinar matahari, koefisien heat exchange, koefisien difusi vertikal, musim atau cuaca, kedalaman dan kegiatan manusia di sekitar perairan. Dikarenakan temperatur air adalah salah satu komponen yang mempengaruhi kehidupan biota perairan maka perlu diketahui kecenderungan temperaturnya.  Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model temperatur yang telah dikembangkan oleh Chapra pada Waduk Ontario yang terstratifikasi untuk mengetahui apakah model tersebut dapat diterapkan di Waduk Saguling.  Parameter yang digunakan dalam pemodelan ini antara lain temperatur air, flux energi permukaan, ,koefisien heat exchange (Cp), radiasi sinar matahari, koefisien difusi vertikal (Ez) serta data klimatologi penunjang lainnya. Pemodelan temperatur yang dilakukan menggunakan metoda numerik beda hinga secara implisit  Dari perhitungan yang telah dilakukan berdasarkan data-data yang ada diperoleh nilai koefisien heat exchange (Cp) Waduk Saguling pada musim basah sebesar 0.0405 cal/groC dan 0.0276 cal/groC pada musim kering. Dari hasil pemodelan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa model temperatur yang dikembangkan oleh Chapra di Waduk Ontario dapat diterapkan juga di Waduk Saguling.

 

Kata kunci: koefisien heat exchange, koefisien difusi vertikal, radiasi sinar matahari, temperatur, dan Waduk Saguling.

 

 

Abstract: Saguling Reservoir has many function such as electrical plant water supply for drinking water, farming and fish habitat which also known as cage fish farming system. Water temperature is an important parameter which impacting to biology spectrum, physic and chemical reaction rates in aquatic ecosystem. In generally, water temperature was affected by solar radiation, heat exchange coefficient, vertical diffusion coefficient, weather, dept and human activity around aquatic environment. Because water temperature is critical component of fish habitat the pattern of temperature is need to be known. The purpose of this study was to applied temperature model which has been developed by Chapra in Lake Ontario to be applied for Saguling Reservoir. Water temperature, surface heat flux, heat exchange coefficient, solar radiation, vertical diffusion coefficient and another additional climatology data set were parameters which used for this model. The temperature model is solved using numeric method  finite difference in implicit method The result from calculation showed that heat exchange coefficient (Cp) for wet season is 0.0405 cal/groC and 0.0276 cal/groC for dry season.  The research showed that temperature model which has been developed by Chapra could be applied for Saguling Reservoir also.

 

Keywords: heat exchange coefficient, Saguling Reservoir, solar radiation, temperature, and vertical diffusion coefficient

Ċ
Lingkungan Tropis,
Apr 9, 2012, 5:58 AM
Comments