Sebaran Air Limbah Bahang (Sudaryati Cahyaningsih)

SEBARAN AIR LIMBAH BAHANG AKIBAT KEGIATAN
SISTEM PEMBANGKIT TENAGA UAP

DISPERSION OF THERMAL WASTEWATER 
FROM STEAM POWER PLANT SYSTEM

Sudaryati Cahyaningsih 1), Diana Rahayuningwulan 2), dan Endang Sri Pujilestari 3)
1,2)Bidang Teknologi Lingkungan, Pusat Penelitian Kimia – LIPI
Jalan Cisitu, Bandung
3)Program Doktoral Pascasarjana, Ilmu Lingkungan, Universitas Indonesia
Jalan Salemba Raya, Jakarta
Email: 1)scunong@yahoo.com; 2)d_wulan@yahoo.com


Abstrak: Adanya krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) akhir-akhir ini menyebabkan banyak industri mengalihkan pasokan listriknya dari PT. PLN (Persero). Di lain pihak, PT. PLN (Persero) harus tetap memenuhi kebutuhan listrik dengan membatasi pemakaian BBM karena terjadinya peningkatan kebutuhan listrik bagi pelanggan) dari waktu ke waktu. Untuk itu, sebagai perusahaan yang bertanggung jawab di bidang pembangkitan, penyaluran dan pendistribusian tenaga listrik di Indonesia membangun Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang disebut dengan PLTU Jawa Barat kapasitas 3 x 330 MW. Pembangunan PLTU dengan bahan bakar batubara, saat ini banyak dilakukan oleh PT. PLN (Persero) dalam rangka mengurangi defisit energi yang akhir-akhir ini melanda Indonesia terutama di Pulau Jawa. Akibat pengoperasian sistem pembangkit dihasilkan limbah berupa padat, cair dan gas yang beberapa diantaranya merupakan kategori parameter limbah bahan berbahaya dan beracun. Air limbah yang dihasilkan dalam jumlah terbesar adalah air limbah bahang dari kondensor. Penanganannya adalah dengan menyalurkan air limbah bahang ini lewat saluran terbuka kembali ke laut. Penggunaan saluran terbuka ini memberi peluang air buangan kondensor mengalami pendinginan akibat terjadinya penguapan dan lepasnya panas ke udara. Pertukaran panas antara uap air dengan air pendingin pada proses kondensasi uap air yang keluar dari turbin menghasilkan limbah bahang dengan temperatur 38,61oC. Air bahang dengan temperatur di atas temperatur alami, berpotensi untuk mempengaruhi kualitas lingkungan sekitar. Menggunakan pemodelan transpor limbah bahang surface water modelling system 9.2, kenaikan temperatur maksimum terjadi di mulut outlet dengan T 8,6oC dan T rata-rata 7,6 oC. Arah pergerakan air limbah bahang pada saat pasang dan surut dominan menuju barat dan barat laut lokasi kegiatan sesuai dengan arah arus dan gelombang dominan. Kondisi maksimum, dispersi air limbah bahang yang melebihi baku mutu berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 51 tahun 2004 terjadi di sebelah timur, + 400 meter outlet dan di sebelah barat + 600 m dari outlet. 

Kata kunci: air limbah bahang, temperature, dan sebaran limbah.


Abstract: Construction of Steam Powerplant (PLTU) with coal as boiler fuel nowadays being done by PT. PLN (Persero) in order to minimize energy deficit in Indonesia, especially in Java Island. This PLTU operation would emerge many wastes, from solid, liquid until emission gas, which most of it categorized as hazardous waste parameter. Thermal wastewater from cooling water discharged into water body above natural temperature that potentially influenced environmental quality on surrounding. Using thermal wastewater transport surface water modeling system 9.2, it would predicted location and temperature obtain from thermal dispersion. Simulation resulted that maximum temperature increasing was on outlet with T 8,6oC and average T was 7,6 oC. Maximum condition of thermal wastewater dispersion that exceeded seawater standard base on Environmental Minister Decree no 51 year 2004 occurred on east side + 400 meter from outlet and west side + 600 m fromoutlet..

Keywords: thermal wastewater, temperature, and wastewater dispersion.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Sep 27, 2014, 8:18 PM
Comments