Residu Aldrin dan Endosulfan (Mulyadi)

RESIDU ALDRIN DAN ENDOSULFAN PADA AIR SUNGAI
DAN LAHAN PERTANIAN DI DAERAH ALIRAN 
SUNGAI CITARUM TENGAH, KABUPATEN CIANJUR

ALDRIN AND ENDOSULFAN RESIDUES IN RIVER WATER
AND AGRICULTURAL LAND OF THE MIDDLE 
CITARUM WATERSHED, CIANJUR DISTRICT

Mulyadi1), Poniman2) dan Sukarjo3)
Indonesian Agricultural Environmental Research Institute (IAERI)
Jalan Jakenan Jaken, Pati-Jawa Tengah
Email: 1)mulyadi1959@yahoo.com; 2)poniman_ir@yahoo.com; 3)sukarjo@gmail.com

Diterima Agustus 2014, diterima setelah perbaikan Agustus 2014
Disetujui untuk diterbitkan September 2014

Abstract: The use of fertilizers and pesticides excessively and continuously will give a negative impact in the water and soil, the contamination of residual nitrate and pesticide. The organochlorine is contaminant that it had persistent, bioaccumulation and toxic to humans, animal and others. Organochlorine is not reactive, stable, very high fat solubility, and low degradation. This study aimed to obtain the data and the distribution of residual Persistent Organic Pollutants (POPs, aldrin and endosulfan) in river water and agricultural land of the middle Citarum Watershed, Cianjur District. This study was conducted in 2011, with a field survey method. Determination of the location of the soil samples is done with a modified grid system. One composite soil sample represents a homogeneous area of 50-100 ha. The results of this study showed detectable pesticide residues of endosulfan and aldrin in river water respectively from 0.001 to 0.005 and 0.003 to 0.043 mg/L and in the soil, respectively from 0.001 to 0.027 and 0.004 to 0.039 ppm. Based on 21 soil samples were analyzed, detected 43% have exceeded the Maximum Residue Limit (MRL) of endosulfan and 14% has exceeded the MRL of aldrin.

Keywords: Citarum watershed, POPs, contanimation, and MRL.


Abstrak: Penggunaan pupuk dan pestisida secara berlebihan dan terus menerus akan memberikan dampak negatif terhadap air dan tanah berupa pencemaran residu nitrat dan pestisida. Organoklorin adalah kontaminan yang mempunyai sifat persisten, bioakumulasi dan beracun bagi manusia, hewan dan lain-lain. Organoklorin tidak reaktif, stabil, kelarutan dalam lemak sangat tinggi dan degradasi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data dan distribusi residu Persistent Organic Pollutants (POPs, aldrin dan endosulfan) dalam air sungai dan lahan pertanian di DAS Citarum Tengah, Kabupaten Cianjur. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2011dengan metode survei lapangan. Penentuan lokasi sampel tanah dilakukan dengan sistem grid yang dimodifikasi. Satu sampel tanah merupakan komposit dari daerah homogen 50-100 ha. Hasil penelitian ini menunjukkan terdeteksi residu pestisida endosulfan dan aldrin dalam air sungai masing-masing 0,001-0,005 dan 0,003-0,043 mg/L dan di dalam tanah, masing-masing 0,001-0,027 dan 0,004-0,039 ppm. Berdasarkan 21 sampel tanah yang dianalisis, terdeteksi 43% telah melampaui Batas Maksimum Residu (BMR) endosulfan dan 14% telah melampaui BMR aldrin. 

Kata kunci: DAS Citarum, POPs, kontaminasi, dan BMR.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Sep 29, 2015, 6:49 AM
Comments