Prospek Pemanfaatan Serbuk Gergaji Kayu (J. Tri Astuti)

PROSPEK PEMANFAATAN SERBUK GERGAJI KAYU SEBAGAI MATRIK DALAM DEKOMPOSISI EKSKRESI MANUSIA MENGGUNAKAN BIO-TOILET 

PROSPECT OF WOOD SAWDUST’S UTILIZATION AS MATRIX IN HUMAN EXCRETA DECOMPOSITION USING BIO-TOILET


J. Tri Astuti dan Neni Sintawardani 
 Kelompok Teknik Perlindungan Lingkungan, Pusat Penelitian Fisika-LIPI
Jl. Sangkuriang, Bandung 40135, Telp. 022-2507773 Fax. 022-2503050
Email: fibrousa@yahoo.com; jtri001@lipi.go.id; neni.sintawardani@lipi.go.id


Abstrak: Penelitian bertujuan untuk melihat prospek pemanfaataan serbuk kayu gergaji sebagai matrik dalam dekomposisi ekskresi manusia menggunakan Bio-toilet. Bio-toilet adalah toilet kering yang menggunakan serbuk kayu Borneo sebagai matrik. Feces-urin akan ditangkap oleh matrik dan didekomposisi oleh mikroba aerob menghasilkan carbon dioksida (CO2) dan air (H2O) yang akan terevaporasi. Unsur N, P, K dan mineral lain tetap tinggal dan terakumulasi di dalam matrik. Sifat fisika-kimia serbuk kayu sebelum dan sesudah digunakan sebagai matrik dianalisis. Data menunjukkan density serbuk kayu cukup rendah (0.171 g/ml) sehingga menghemat energi untuk pengadukan. Porositas tinggi (84%) sehingga kondisi Bio-toilet tetap aerob. Setelah digunakan dalam Bio-toilet WHC (Water Holding Capacity) serbuk residu sedikit meningkat(2.22 ke 2.42 ml/g), pH cenderung netral (6.9), C/N ratio menurun (485 ke 18), kadar N, P, dan K meningkat. Penggunaan serbuk kayu sebagai matrik diharapkan dapat mengatasi masalah limbah industri kayu, air dan sanitasi lingkungan, serta menghasilkan kompos yang bermanfaat untuk memperbaiki struktur dan kualitas tanah. Dari produksi industri penggergajian kayu yang ada diharapkan penyediaan serbuk gergaji cukup terjamin. 

Kata kunci: bio-toilet, dekomposisi, ekskresi manusia, matrik, dan serbuk gergaji kayu. 


Abstract: The study was conducted to see the prospect of wood sawdust utilization as matrix in the decomposition of human excreta using Bio-toilet. Bio-toilet is a dry toilet using sawdust as matrix. Feces-urine mixed with matrix to be decomposed by aerobic microbes resulting carbon dioxide (CO2) and water that will be evaporated. N, P, K and other minerals retained and accumulated in matrix. The physical and chemical property of sawdust, before and after using was analyzed. Data showed that Borneo sawdust has low of Bulk Density (0.171 g/ml) and save energy in mixing. The porosity is high (84%) and keeps aerobic condition. After using, Water Holding Capacity of sawdust slightly increased (2.22 to 2.42 ml/g), pH neutral (6.9), C/N ratio decreased (485 to 18), and N, P, K content increased. By the utilization of sawdust as matrix, the wood industrial waste, water and sanitation’s problems was expected can be solved. Sawdust residues can be used as compost for soil improvement. The sawdust can be continually available due to the high production of wood sawmill industries. 

Keywords: bio-toilet, decomposition, human excreta, matrix, and wood sawdust. 

Ċ
Lingkungan Tropis,
Sep 30, 2015, 6:03 AM
Comments