Profil Tingkat Radioaktivitas Alam (Heni Susiati)

PROFIL TINGKAT RADIOAKTIVITAS ALAM DI LINGKUNGAN TERESTERIAL CALON TAPAK PLTN, 

SEMENANJUNG MURIA

 

RADIOACTIVITY LEVEL PROFILE OF NATURAL RADIONUCLIDE

IN THE TERESTERIAL AREA OF NPP. SITE CANDIDATE,

SEMENANJUNG MURIA

 

 

Heni Susiati1)  dan Syarbaini2)
1)Pusat Pengembangan Energi Nuklir – BATAN
2)Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi - BATAN
Email: 1)heni_susiati@batan.go.id; susiati_heni@yahoo.com



 Abstrak: Profil Tingkat Radioaktivitas Radionuklida Alam Di Lingkungan Teresterial Calon Tapak Pltn, Semenanjung. Kondisi radioekologis suatu tapak PLTN yang direncanakan dibangun di Jepara sangat perlu diketahui sedini mungkin sebelum proyek tersebut dibangun. Hal ini terkait erat dengan adanya data yang sangat diperlukan untuk menyusun suatu database yang dapat dipakai sebagai acuan untuk melakukan suatu evaluasi terhadap dampak radiologi di daerah tersebut mulai dari sebelum ada proyek sampai telah beroperasinya tersebut sampai paska operasional pembangkit tersebut. Data yang diperoleh dari beberapa sumber menunjukkan bahwa unsur radioaktif alam yang dominan ada di lingkungan tapak PLTN Jepara antara lain nuklida Th-232, U-238, dan K-40. Apabila data tersebut dibandingkan dengan daerah lain yang berada di daerah Jawa menunjukkan bahwa di daerah Jepara merupakan daerah dengan profil radioaktivitas alam yang relatif cukup besar. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa konsentrasi radionuklida air sumur penduduk  untuk 40K berkisar antara Batas Deteksi Terendah (BDT) – 2,11 Bq/L, untuk 226Ra berkisar antara 0,06 – 0,12 Bq/L, sedang untuk 228Th dan 228Ra tidak terdeteksi. Tanah pertanian dikedua desa mengandung radionuklida alam dalam konsentrasi yang cukup tinggi untuk semua unsur yang diteliti yaitu berkisar antara 38,58 – 226,53 Bq/kg, demikian pula untuk beberapa jenis makanan seperti  umbi singkong dan daunnya yang berkisar antara 0,20 – 344,39 Bq/kg. Konsentrasi 40K cukup tinggi disemua jenis makanan yang diteliti, berkisar antara 38,16 – 344,39 Bq/kg berat segar. Tingginya semua radionuklida alam yang diteliti di dalam tanah pertanian di kedua desa kemungkinan berasal dari penggunaan pupuk oleh petani dikedua desa. Keadaan ini akan berpengaruh pula pada jumlah radionuklida yang terserap oleh tanaman.

Kata kunci: radioaktivitas, database, PLTN, dan batas deteksi terendah.

 

Abstract:. The radioecology of a tread NPP. planed to build in Jepara is very important to know as early as possible before the project starts. This is tightly related to the data required to compile a database to be used as reference to asses an evaluation of a radiological impact in the area, before-, within-, and after the operational of the operational of the project. The data obtained from several sources show that dominant natural radioactive element in the tread area of NPP. are for istance, Th-232, U-238, and K-40. Compared to other region in Java island, Jepara is considered as a region with high natural radioactivity. Results obtained show that the radionuclide concentration in resident pit water for ranges from Low Detection Limit - 2,11 Bq/L for K-40, 0,06 - 0,12 Bq/L for Ra-226, and is medium and undetected respectively for Th-228 and Ra-228. Farmlands in both hamlets around the area contain high concentration of natural radionuclide in all elements observed, ranges from 38,58 - 226,53 Bq/kg, and so do some food plants such as cassava root and its leaves, for which ranges from 0,20 - 344,39 Bq/kg.The high concentration of radionuclide for all elements observed in the both hamlet’s farmland possibly comes from the using of fertilizers. This will eventually influence of radionuclide absorbed by foof plants.

Keywords: data base, low detection limit, nuclear power plant, and radioactivity.

 

Comments