Profil Pemakaian Air Minum (Nurhasanah Sutjahyo)

PROFIL PEMAKAIAN AIR MINUM NON RUMAH TANGGA
DI DAERAH PERKOTAAN 

PROFILE OF USE NON DOMESTIC WATER IN URBAN AREAS


Nurhasanah Sutjahjo1), Fitrijani Aggraini2), dan R. Pamekas3)
1.2.3) Pusat Litbang Permukiman Balitbang PU
Jalan Panyaungan, Rancaekek Kabupaten Bandung,
Email: 1)nurbudi2004@yahoo.com; 2) fitrijania@yahoo.com; 3) rpamekas@gmail.com


Abstrak: Ketersediaan air tawar dan jernih di lingkungan permukiman mencerminkan kapasitas lingkungan untuk mendukung kehidupan. Salah satu indikator yang telah digunakan secara global adalah akses penduduk terhadap sumber air yang aman. Namun, indikator tersebut hanya bermanfaat untuk penetapan kebijakan. Selain itu,indikator itu tidak dapat digunakan untuk mengukur kualitas pelayanan air minum. . Para perancang dan perencana memerlukan indikator yang cepat dan tepat untuk merencanakan pelayanan air minum yang berkelanjutan. Keragaman disain kriteria dapat menyebabkan kesulitan dalam menciptakan pelayanan air minum yang memadai. Perencanaan kebutuhan air minum perkotaan yang tepat sasaran semakin diperlukan diera pembangunan millennium dan perubahan iklim global. Sementara itu acuan perencanaan yang ada berasal dari penelitian tahun delapan puluhan. Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang pemakaian air minum non rumah tangga, dan proporsinya terhadap pemakaian air minum rumah tangga di kota Banjarmasin, Cirebon, dan Tangerang. Penelitian ini dilakukan dengan melalui obsevasi lapangan, dan telaah pustaka terhadap pemakaian air untuk hotel, rumah sakit, sekolah, tempat ibadah, dan kantor. Analisis data menggunakan teknik statistic, dan regresi linier. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemakaian air minum non rumah tangga berada pada kisaran 0,189. s/d 1,702 L/orang/hari atau 0,10%- 0,93% dari pemakaian air minum rumah tangga. 

Kata kunci: air minum , kebutuhan air, perkotaan, dan rumah tangga.


Abstract: Availability of fresh water and clear in neighborhoods reflect the capacity of the environment to support life. One of the indicators that have been used globally is the population access to safe water sources. However, the indicators are only useful for policy making. In addition, the indicators can not be used to measure the quality of drinking water. Designers and planners need fast and accurate indicators to design the sustainable potable water supply services .The variety of the available design criteria could also cause difficulties to creat a proper water supply service. Planning drinking water needs of urban is increasingly required on target and the millennium development era of global climate change. While the existing planning reference comes from studies of the eighties. This study is a continuation of previous research. The purpose of this research is to gain an overview of the use of non-household drinking water, and its proportion of domestic water use in the city of Banjarmasin, Cirebon, and Tangerang. The research was conducted through field observation, and review of the Lature on the use of water for hotels, hospitals, schools, places of worship, and offices. Analysis of the data using statistical techniques, and linear regression. This study concludes that the use of non-household drinking water in the range of 0.189. s / d 1.702 Litres / person / day or 0.10% - 0.93% of domestic water use. 

Keywords: drinking water, water demand, urban, and domestic.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Sep 27, 2014, 6:15 PM
Comments