Perubahan Kadar Insektisida Organoklorin (Reginawanti Hindersah)

PERUBAHAN KADAR INSEKTISIDA ORGANOKLORIN
DI TANAH DAN TAJUK CAISIM (Brassica Juncea L.)
SETELAH BIOREMEDIASI MENGGUNAKAN MIKROBA TANAH

CHANGE IN ORGANOCHLORIN INSECTICIDES LEVEL OF SOIL AND CAISIM (Brassica Juncea L.) SHORT AFTER BIOREMEDIATION
BY USING SOIL MICROBES

Reginawanti Hindersah1), Winda Ika Susanti2), Betty N. Fitriatin3), 
Elizabeth S. Harsanti4), dan Sri Wahyuni5)
1,3)Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran
2)Alumni Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran
Jalan Raya Bandung-Sumedang, Jatinngor 
4,5)Balai Penelitian Lingkungan Pertanian 
Jalan Raya Jakenan-Jaken, Jakenan Pati 
Email: 1)reginawanti@unpad.ac.id; hreginawanti@yahoo.com
2)winda_scientist@yahoo.co.id; 3)fitriatin@unpad.ac.id; 4)eharsanti@yahoo.com; 5)swahuni@gmail.com

Diterima Mei 2013, diterima setelah perbaikan Januari 2014
Disetujui untuk diterbitkan Maret 2014

Abstrak: Insektisida organoklorin seperti DDT, heptaklor, dieldrin, dan endosulfan bersifat toksik, persisten dan bioakumulatif di lingkungan. Bioremediasi adalah salah satu cara efektif untuk menyelesaikan masalah residu pestisida di lahan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh agen bioremediator terhadap kadar insektisida yang diuji di tajuk dan populasi mikroba di rizosfer caisim (Brassica juncea L.) yang ditanam di tanah dikontaminasi insektisida organoklorin. Rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok dengan empat perlakuan dosis bioremediator yang berupa mikroba potensial tanah Trichoderma sp., Pseudomonas mallei, Azotobacter chroococcum, dan Bacillus aryabhattai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bioremediator menurunkan kadar DDT, DDE dan Dieldrin tanah dengan nyata, tetapi tidak nyata untuk heptaklor dan endosulfan. Bioaugmentasi tanah dengan bioremeditor tidak menurunkan kadar DDT dan dieldrin di tajuk tanaman, tetapi menurunkan kadar DDE, heptaklor, dan endosulfan di tajuk tanaman. Populasi Trichoderma sp. dan Pseudomonas mallei tertinggi adalah pada tanah yang diberi 20 t/ha bioremediator sedangkan populasi Azotobacter chroococcum, dan Bacillus aryabhattai pada dosis 30 t/ha. Penelitian ini menjelaskan bahwa bioremediasi menggunakan mikroba potensial tanah yang berperan dalam siklus unsur hara dan proteksi tanaman dapat menurunkan kadar beberapa jenis insektisida organoklorin di tajuk tanaman dan tetap meningkatkan tinggi dan hasil tanaman caisim. 

Kata kunci: Bioremediasi, Insektisida Organoklorin, Mikroba Potensial Tanah, dan Hasil Tanaman.


Abstract: Organochlorine Insecticides DDT, heptachlor, dieldrin, endosulfan are toxic, persistent and bioaccumulative in the environment. An effective methode to overcome this problem is bioremediation. The objective of this research was to determine effect of bioremediator dose on level of tested insecticides in shoot and microbial population in rhizosfer of Caisim (Brassica juncea L.) grown in organochlorine insecticides contaminated soil. The experiment set up in Randomized Block Design consisted of four dose of bioremediator containing soil potential microbes Trichoderma sp., Pseudomonas mallei, Azotobacter chroococcum and Bacillus aryabhattai. The results verified that DDT, DDE dan Dieldrin content in soil were decreased following bioremediator application but that of heptaklor and endosulfan did not. Soil bioaugmentation with soil microbes consortia did not decrease DDT and dieldrin level in plant shoots but decrease the level of DDE, heptaklor and endosulfan. Bioremediation application of 20 t/ha gave highest population of Trichoderma sp. and Pseudomonas mallei in rhizosphere while the highest population of Azotobacter chroococcum adn Bacillus aryabhattai was showed in 30 t/ha. This experiment showed that bioremediation by using soil potential microbes which has an important role in nutrient cycling decrease level of some persistent organochloride insecticides and increase yield of caisim. 

Keywords: bioremediation, soil potential microbes, Organochlorine Insecticides, and Plant Yield. 

Comments