Perbaikan Kualitas Air Limbah Industri (Etih Hartati)

PERBAIKAN KUALITAS AIR LIMBAH INDUSTRI KOREK API
MENGGUNAKAN KOAGULAN BIJI KELOR (Moringa oleifera Lam)
DAN PAC

quality improvment of match factory industry
wastewater by using Moringa oleifera Lam and
PAC coagulant


Etih Hartati1), Mumu Sutisna2), dan Rosany Br Hombing3)
1,2,3)Jurusan Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Nasional (ITENAS)
 Jalan PHH Mustopha, Bandung
Email: 1)etih_09@yahoo.com
 
dikirim 30 Agustus 2010, diterima setelah perbaikan 29 November 2010
 

Abstrak: Salah satu cara pengolahan limbah secara kimia adalah proses koagulasi-flokulasi. Proses koagulasi-flokulasi dapat menggunakan bahan koagulan sintetis atau alami. Pada penelitian ini dilakukan pengolahan air limbah industri korek api melalui proses koagulasi-flokulasi menggunakan biokoagulan biji kelor dan PAC (Poly Aluminium Chloride). Kandungan asam amino yang terionisasi menjadikan Moringa oleifera Lam berperan sebagai pengikat partikel koloid dalam air limbah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh biokoagulan Moringa oleifera Lam dalam memperbaiki sifat fisika-kimia air limbah industri korek api dan digunakan PAC sebagai pembanding. Proses pengolahan dilakukan secara bertahap, pengolahan pertama menggunakan serbuk biji kelor kemudian dilanjutkan dengan PAC. Variasi konsentrasi biokoagulan yaitu 5.600, 5.800, 6.000, 6.200, dan 6.400 ppm, sedangkan variasi konsentrasi PAC yaitu 800, 900, 1.000, 1050 dan 1.100 ppm. Berdasarkan hasil perbandingan terhadap KEP-51/MENLH/10/1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Industri, karakteristik akhir air limbah yang telah diolah melalui dua tahap pengolahan tersebut masih melebihi standar baku mutu untuk parameter BOD, COD, Amoniak, dan Fenol. Namun pengolahan dengan moringa oleifera lam sudah dapat mengurangi warna 95,00 %, kekeruhan 92,76 %, COD 87,88 %, BOD 91,46%, TSS 96,86 %, Besi 100%, Ammoniak 65,15%, Minyak Nabati 71,51%, dan fenol 92,74%. Walaupun efisiensi penyisihan menggunakan biokoagulan lebih tinggi dibandingkan PAC, namun dosis biokoagulan yang diperlukan lebih besar dari PAC yaitu 5,8 gr/L biokoagulan dan 1 gr/L PAC.

Kata kunci: air limbah, biokoagulan, Moringa oleifera Lam, dan PAC.

Abstract: One of the chemical treatments of wastewater is coagulation-flocculation process. In general, coagulation-flocculation process uses synthetic and natural coagulant material. In this research has been done treatment to wastewater from match factory industry by coagulation-flocculation process using biocoagulant in the form of seed Moringa oleifera Lam and PAC. Amino acid which ionizationed makes Moringa oleifera Lam as binding agent of colloid. The purpose of research is know the influence of biocoagulat Moringa oleifera Lam in improving physico-chemical quality of wastewater match factory industry with comparation to PAC (Poly Aluminium Chloride). Wastewater treatment of research is done with various concentration of biocoagulat is 5,600, 5,800, 6,000, 6,200, and 6,400 ppm, and PAC concentration with various is 800, 900, 1,000, 1,050 dan 1.100 ppm. Based on result of comparison to KEP-51/MENLH/10/1995 the standard quality of wastewater, characteristic of BOD, COD, ammoniac and phenol within wastewater still exceed the standard quality of wastewater. But the treatment by Moringa oleifera Lam which has been done able to reduce colors 95.00 %, turbidity 92.76 %, COD 87.88 %, BOD 91.46 %, TSS 96.86 %, Fe 100%, ammoniac 65.15%, vegetable oil 71.51%, and phenol 92.74%. Based on the parameter removal percentage to use biocoagulant the highest than PAC, but utilizing the biocoagulant dose is more than PAC equal to 5.8 gr/L biocoagulant and 1 gr/L PAC.

Keywords: wastewater, biocoagulant, Moringa oleifera Lam, and PAC.

Comments