Perbaikan Ekosistem Akuatik (Zia Perdana)

PERBAIKAN EKOSISTEM AKUATIK HUTAN MANGROVE
DARI PENDEKATAN MODEL KAITAN SYSTEM
(STUDI KASUS: DESA PAMOTAN-SAGARA ANAKAN)

REHABILITATION ON MANGROVE AQUATIC ECOSYSTEMS
APPROACHED FROM A SYSTEM INTERRELATIONSHIP MODEL
(CASE STUDY: DESA PAMOTAN-SAGARA ANAKAN)


Zia Perdana1) dan Priana Sudjono2)
Program Studi Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha, Bandung 40132
Email: 1) ziaperdana@yahoo.com; 2) psudjono@memteq.com


Abstrak: Proses sedimentasi di Sagara Anakan berlangsung cepat karena partikel tanah masuk ke badan sungai Citanduy bersamaan dengan limpasan air hujan. Hal ini adalah salah satu penyebab timbulnya pulau-pulau kecil di kawasan Sagara Anakan. Disamping itu kegiatan manusia pada berbagai hal sangat menurunkan kualitas hutan mangrove. Berbagai kebijakan-kebijakan pelestarian hutan mangrove di Sagara Anakan telah dilakukan oleh pemerintah. Dalam membuat suatu kebijakan pelestarian lingkungan diperlukan berbagai pengetahuan tentang interaksi antar komponen dalam lingkungan Segara Anakan. Pengetahuan tersebut diperoleh dengan mempelajari seluruh proses dan sebab akibat yang berhubungan dengan hutan mangrove. Kemudian system hutan mangrove digambarkan dalam suatu model system interrelasi antar komponen yang bersifat expressive agar dapat menggambarkan keseluruhan keadaan nyata. Untuk memudahkan dalam analisa system, model expressive disederhanakan dan keterkaitan antar komponen dianalisa secara mendalam. Dengan demikian upaya yang harus dilakukan dalam merehabilitasi hutan mangrove dapat dijabarkan dengan melakukan berbagai tindakan pada setiap komponen pembentuk sistem.

Kata kunci: mangrove, model system interrelasi, sedimentasi, dan Segara Anakan.


Abstract: Sedimentation processes in Segara Anakan has been occurring progressively as soil particles conveyed by surface runoff enters Citanduy river body. As a result, there are some small sedimented lands in the Segara Anakan. A part from that, human activities degrade the quality of the mangrove forest. Several policies to conserve the mangrove forest have been proposed by local government. The efforts to conserve the environment require knowledge on interactions among several components comprising the Sagara Anakan region. The knowledge is acquired through comprehensive study on whole processes and cause-effect on components that have significant interactions with the mangrove forest. Then systems of the mangrove forest are described in the form of system interrelationship model in an expressive mode to cope with the real conditions. To rationalize the analyses, the expressive model is simplified and the interactions among components are analyzed thoroughly. Thus, efforts should be taken to rehabilitate the mangrove forests can be drawn by making interventions to every component of the defined systems. 

Keywords: mangrove, sedimentation, Segara Anakan, and system interrelationship model.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Sep 30, 2015, 6:36 AM
Comments