Penjerapan dan Fenomena Transport Cd2+ (Nur Kusuma Dewi)

PENJERAPAN DAN FENOMENA TRANSPORT Cd2+
PADA ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes (Mart) Solms)

 THE ADSORPTION AND TRANSPORT PHENOMENA OF Cd2+
ONEichhornia Crassipes (MART) Solms 

 Nur Kusuma Dewi

Program Doktor Ilmu Lingkungan, Universitas Diponegoro
Jalan Imam Bardjo no.5 Semarang 50241
Email: noorkusumadewi@yahoo.co.id
 
dikirim 12 Desember 2009, diterima setelah perbaikan 23 Agustus 2010

 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akumulasi Cd2+ di akar, batang dan daun pada eceng gondok sehingga dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan penjerapan dan fenomena transportnya. Metode  penelitian menggunakan uji hayati statis,  memakai  senyawa CdSO4 dan perlakuan eceng gondok selama 16 hari pada 36 akuarium. Berdasarkan hasil AAS,  akar mengakumulasikan kadmium paling banyak (70%), batang (16%) dan daun (14%). Fenomena ini diduga berhubungan erat dengan kemampuan akar yang mampu melokalisasi ion toksik dan terkait dengan jarak polutan. Akar paling dekat dengan polutan dan langsung kontak dengan polutan, sedangkan batang dan daun relatif lebih jauh. Cd2+ menyebar ke seluruh bagian tanaman (akar, batang, daun). Fenomena ini menunjukkan transport Cd2+ mengikuti jalannya transport unsur hara yakni melewati xilem dari akar menuju ke daun. Adapun fenomena jerapan pada eceng gondok mengikuti model Freundlich, x/m= 0,00028018 C0,2791. Model ini dapat diterapkan dilapangan dalam upaya menjerap logam berat kadmium(Cd) sebagai solusi pembersihan limbah (fitoremediasi). Eceng gondok yang sudah digunakan sebagai biofilter/fitoremediasi jangan digunakan sebagai pakan ternak karena akar, batang dan daun mengakumulasikan senyawa toksik Cd2+. Bila digunakan sebagai pakan ternak akan mengakibatkan keracunan pada ternak tersebut, karena  Cd bersifat toksik dan bioakumulatif. Kadmium juga bersifat biomagnifikasi melalui rantai makanan, serta bersifat  karsinogenik sehingga potensial menimbulkan kanker.


Kata kunci:  fenomena transport Cd2+, penjerapan, akumulasi, eceng gondok (Eichhornia Crassipes (Mart Solms).

 

 Abstract: This research aimed to understand the accumulation of Cd2+ in  roots, stems and leaves of Eichhornia crassipes(Mart) Solms so it can be used to determine their  adsorption and transport phenomena. The research method is static bioassay test using CdSO4 and treatment of water hyacinth for sixteen days in 36 aquariums. Based on the result of AAS, showed that roots most accumulate cadmium (70%), trunk (16%) and leaf (14%). These phenomena are possibly related to the roots’s ability to locate toxic ions and related to the distance of pollutant. Roots are the closest to pollutant and have directly contact to pollutant, meanwhile stems and leaves are relatively far. Cd2+ spreads through all part of the plants (roots, stems, and leaves). These phenomena indicates that Cd2+’s transport  follow the transport of nutrient through xilem from roots towards leaves. The adsorption phenomena of water hyacinth follow the Freundlich model, x/m= 0,00028018 C0,2791. This model can be applied in an effort to absorb the heavy metal cadmium as the waste cleaning solution (phytoremediation). Water hyacinth which has been used as a biofilter / phytoremediation shouldn’t be used as cattle feed because the roots, stems and leaves accumulate toxic compounds Cd2+. If used as animal feed, it would cause poisoning on it, because Cd2+ is a bioaccumulatif coumpound. Cd also a biomagnification through the food chain, highly toxic and carcinogenic that potential cause of cancer

Keywords:   transport phenomena of Cd2+,adsorption, accumulation, water hyacinth (Eichhornia Crassipes (Mart) Solms).

Ċ
Lingkungan Tropis,
Apr 24, 2012, 3:34 AM
Comments