Pengukuran Konsentrasi PM10 (Haryono S. Huboyo)

PENGUKURAN KONSENTRASI PM10 PADA UDARA DALAM RUANG (STUDI KASUS: DAPUR RUMAH TANGGA BERBAHAN BAKAR KAYU DAN MINYAK TANAH)
 
PM10 CONCENTRATION MEASUREMENTS WITHIN INDOOR AIR (CASE STUDY: HOUSEHOLD KITCHENS USING SOLID FUEL AND KEROSENE)
 
 
Haryono S. Huboyo1) dan M. Arief Budihardjo2)
Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Diponegoro
Jalan Soedarto, Kampus Tembalang Semarang
Email: 1)huboyo@gmail.com; 2)pak_arief@yahoo.com
 
dikirim 27 Januari 2009, perbaikan sejak 1 Maret 2009, diterima 1 Juni 2010
 

Abstrak: Pencemaran udara dalam ruang akibat penggunaan bahan bakar untuk kegiatan memasak pada rumah tangga menjadi penyebab permasalahan kesehatan di sejumlah negara berkembang di dunia. Penelitian ini mengukur konsentrasi PM10 yang timbul pada saat memasak dan tidak memasak. Selanjutnya hasil konsentrasi ini akan dikorelasikan dengan ventilasi dan volume dapur. Pengambilan sampel dilakukan di sepuluh titik, lima titik pada dapur kayu bakar dan lima titik pada dapur minyak tanah. Metode gravimetri digunakan dimana alat yang digunakan untuk mengukur PM10 adalah Dust sampler model DS 600-03. Rata-rata konsentrasi PM10 pada saat memasak dengan kayu bakar adalah 1379,56 µg/m3, sedangkan pada penggunaan minyak tanah hanya 188,43 µg/m3. Sedangkan pada waktu tidak memasak nilai PM10 mencapai 217,9 µg/m3 (kayu bakar) dan 65,04 µg/m3 (minyak tanah). Pada waktu memasak, nilai ini jauh  melebihi (terutama untuk kayu bakar) standar PM10 dalam ruang yang ditetapkan US EPA yaitu 150 µg/m3. Namun nilai PM10 ini setara dengan berbagai penelitian di negara berkembang di luar negeri. Dari penelitian ini, berdasar perhitungan statistik dapat disimpulkan bahwa penggunaan jenis bahan bakar sangat berpengaruh terhadap besaran konsentrasi PM10 yang dihasilkan. Sebaliknya, ventilasi (termasuk pintu dan jendela) di  dapur dalam penelitian ini tidak terlalu signifikan pengaruhnya. Meski demikian, perlu diteliti lebih jauh tentang pengaruh sebenarnya dari ventilasi terhadap pencemaran udara dalam ruang.

Kata kunci: pencemaran udara dalam ruang, PM10, bahan bakar, dan memasak.


Abstract: Indoor air pollution arising from fuels burning in households cooking of the developing countries is expected to be one of the main health burden in developing countries worldwide. This study is aimed at measuring PM10 concentration in the kitchen households during on-cooking and off-cooking. Furthermore its concentration would be correlated to ventilation and kitchen volume. Sampling was taken in ten locations, five samples located in kitchen using woods and other in kitchen using kerosene. Gravimetric analysis was used, and for collectiong airborne particle the dust sampler DS 600-03 was used to measure PM10 concentration. On average, PM10 concentration in wood cooking was 1379,56 µg/m3, while in kerosene cooking was 188,43 µg/m3. While during off-cooking, this PM10 concentration reached  217,9 µg/m3 (wood fuel) and  65,04 µg/m3 (kerosene). During cooking, these results  extermely exceeded EPA standard for PM10 indoor, i.e 150 µg/m3. Nevertheless, mirror to previous studies conducted in other developing countries, these values are somewhat comparable. From this study based on statistical analysis we can concluded that the type of fuels used have great influence to the magnitude of indoor PM10 concentration. On contrary, the ventilation (including doors and windows) do not give much significant influence. Nevertheless, the ventilation factor should be studied deeply in order to know the truth impact to indoor air pollution.

Keywords: indoor air pollution, PM10, fuels, and cooking.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Apr 7, 2012, 7:43 AM
Comments