Pengolahan Air Limbah (Nurhasanah)

PENGOLAHAN AIR LIMBAH DENGAN 
TEKNOLOGI VERMIBIOFILTER

WASTE WATER TREATMENT TECHNOLOGY VERMIBIOFILTER 
Nurhasanah Sutjahjo1) dan Ida Medawaty2)
1,2)Pusat Litbang Permukiman Balitbang PU,
Jalan Panyaungan, Rancaekek Kabupaten Bandung,
Email: 1)nurbudi2004@yahoo.com; 2) dede_meda@yahoo.com

Diterima November 2014, diterima setelah perbaikan Januari 2014
Disetujui untuk diterbitkan Maret 2015

Abstrak: Sekitar 70 juta orang masih terkontaminasi secara langsung oleh kotoran dan bahan buangan sebagai limbah rumah tangga , antara lain berupa 14 ribu ton tinja per hari dan 176 ribu urin per hari yang belum dikelola dengan baik. Seluruh limbah asal manusia tersebut secara langsung mencemari 75 persen sungai yang ada. Bahaya limbah bisa menimbulkan kontaminasi fisik, kimia dan mikrobiologi bagi orang-orang di sekitarnya, selain itu juga menyebabkan kualitas lingkungan mengalami degradasi. Tingkat sanitasi yang buruk secara langsung menempatkan Indonesia pada urutan ke-41 dari 102 negara berkembang di dunia dalam nilai Human Development Index (HDI). Sehingga atas dasar tersebut perlu adanya teknologi tepat guna yang berbiaya murah dan mempunyai nilai tambah, salah satu teknologi tersebut antara lain adalah vermibiofilter. Tujuan penelitian pengolahan air limbah yang memanfaatkan cacing yang ada di Indonesia dapat menurunkan bahan pencemar serta mendapatkan nilai tambah dengan memproduksi cacing. Metode penelitian dengan eksperimental skala laboratorium, dimana data dikumpulkan dan dianalisis dengan metode penilaian teknologi berdasarkan efisiensi . Dengan cara bekerja cacing tanah sebagai biofilter pada reaktor yang berisi beberapa lapisan dari kerikil, dan tanah tempat keberadaannya cacing yang dapat menghapus BOD baru mencapai 50 %, TSS 91 %, lemak 74 % dari air limbah. Cacing tanah juga menggiling lumpur dan partikel pasir, peningkatan total luas permukaan, yang meningkatkan kemampuan untuk 'menyerap' organik dan anorganik dari air limbah. Padatan tersuspensi terjebak di atas vermibiofilter dan diproses oleh cacing tanah dan diumpankan ke mikroba tanah bergerak di vermibiofilter tersebut. sehingga tidak ada pembentukan lumpur

Kata kunci: Air limbah, teknologi, cacing, bahan pencemar, dan sanitasi.


Abstract: Approximately 70 million people still live contaminated by dirt and waste material as household waste, which include 14 thousand tons of feces per day and 176 thousand urine per day which is not managed properly. The human origin of the waste directly pollute 75 percent of the existing river. Waste can cause contamination danger of physical, chemical and microbiological for the people around him, but it also causes the degradation of environmental quality experience. Poor sanitation levels are directly placed Indonesia on the order of 41 of the 102 developing countries in the world in the value of the Human Development Index (HDI). Thus, on the basis of the need for appropriate technologies are low cost and have added value, one of these technologies include is vermibiofilter. The purpose of wastewater treatment research that utilizes worms in Indonesia can reduce pollutants and gain added value by producing worms. Research methods with experimental laboratory scale, where data is collected and analyzed by the method of technology assessment based on efficiency. Earthworms by working as a biofilter reactor containing several layers of gravel, and the land where the existence of worms that can remove only 50% of BOD, TSS 91%, fat 74% of the waste water. Earthworms also grind mud and sand particles, increasing the total surface area, which increases the ability to ' absorb ' the organic and inorganic waste from water. Suspended solids trapped on Vermibiofilter and processed by earthworms and soil microbes are fed to the vermibiofilter move, so no sludge formation.

Keywords: Wastewater, technology, worms, pollutants, and sanitation.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Sep 24, 2015, 9:46 PM
Comments