Pengendalian Hama Kentang (Lamria Sidauruk)

PENGENDALIAN HAMA KENTANG (Solanum tuberosum)
TANPA PESTISIDA MELALUI PENGATURAN WAKTU TANAM
DAN JENIS TANAMAN POLIKULTUR 
PEST CONTROL OF POTATOES (Solanum tuberosum) 
WITHOUT PESTICIDES THROUGH PLANT TIMING
AND KIND OF POLYCULTURE CROP 

Lamria Sidauruk1), Darma Bakti, Sengli J. Damanik, dan Retna Astuti Kuswardani
Jalan Harmonika Baru Pasar II Tanjung Sari Medan 
Email: 1)lamriasidauruk@yahoo.com


Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaturan waktu tanam dan jenis tanaman polikultur yang paling efektif untuk mengendalikan serangan hama pada tanaman kentang sehingga dapat meningkatkan produksi dan meningkatkan kesehatan lingkungan karena berkurangnya penggunaan pestisida dalam pengendalian hama. Penelitian dirancang dengan Rancangan petak Terpisah dengan Petak Utama Waktu tanam yang terdiri dari 3 taraf yaitu T1 (ditanam bersamaan dengan kentang), T2 (ditanam 1 minggu setelah tanam kentang) dan T3 (ditanam 2 minggu setelah tanam kentang). Sebagai Anak petak adalah jenis tanaman polikultur yang terdiri dari 7 taraf yaitu P1(monokultur kentang); P2 (kentang dan kubis); P3 (kentang dan seledri); P4 (kentang dan sawi); P5 (kentang dan bawang); P6 (kentang dan wortel) dan P7 ( kentang dan buncis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu tanam tanaman polikultur tidak berpengaruh nyata terhadap persentase serangan hama dan produksi tanaman, sedangkan jenis tanaman polikultur nyata menurunkan persentase serangan hama dan meningkatkan produksi tanaman kentang. Persentase serangan hama paling rendah terdapat pada polikultur kentang dan sawi, kentang dan bawang, serta kentang dan seledri. Produksi tanaman kentang tertinggi diperoleh pada perlakuan polikultur antara tanaman kentang dan sawi diikuti oleh polikultur kentang dan seledri daun serta monokultur kentang. Dengan demikian polatanam polikultur kentang dengan tanaman sawi, bawang dan seledri dapat diterapkan untuk mengendalikan serangan hama dan meningkatkan produksi tanaman.

Kata kunci: pengendalian hama kentang dan polikultur.


Abstract: This study aimed to determined the timing of planting and kind of polyculture crops are most effective to reducing the percentage of potato pests attack, so it can increase potato production and improve environmental health due to reduced pesticide use in pest control. Research designed with Split Plot Design. The main plot were time of planting: T1 (planting potato at the same time with policulture crop); T2 (Planting policulture crop one week after potato); T3 (Planting policulture crop two week after potato). The split plot were kinds of policulture crop such as: P1 (monoculture); P2 (potatoes and cabbage); P3 (potato and celery); P4 (potato and mustard); P5 (potatoes and onions); P6 (potatoes and carrots) and P7 (potatoes and beans). The results showed that planting time of polyculture crop did not significantly affect the percentage of pests attack and crop production, while the kind of polyculture plants significantly reduced the percentage of pests and increase the production of potato.. The lowest percentage of pests attack found respectively in polyculture potatoes and mustard, potatoes and onions, and potatoes and celery. The highest production obtained respectively in polyculture treatment between potatoes and mustard, potatoes and celery, potato and cabbage.

Keywords: potato pests dan polyculture.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Sep 27, 2014, 6:05 PM
Comments