Pengelolaan Sumberdaya Perikanan (Nurul Dhewani)

PENGELOLAAN SUMBERDAYA PERIKANAN
MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
DI KABUPATEN BINTAN 

FISHERIES RESOURCE MANAGEMENT
THROUGH COMMUNITY BASED IN BINTAN DISTRICT

Nurul Dhewani Mirah Sjafrie
Pusat Penelitian Oseanografi, LIPI
Jalan Pasir Putih, Ancol Timur, Jakarta Utara
Email: ndhewani@yahoo.com 


Abstrak: Pengelolaan sumberdaya kelautan berbasis masyarakat merupakan salah satu strategi pengelolaan yang dapat meningkatkan efisiensi dan keadilan dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya alam. Pemantauan Perikanan Berbasis Masyarakat merupakan kegiatan pemantauan hasil tangkap nelayan yang dilakukan oleh masyarakat itu sendiri. Informasi mengenai hasil tangkapan perlu diketahui secara terus menerus untuk mengetahui dinamika sumberdaya ikan yang pada akhirnya dapat digunakan untuk pengelolaan di tingkat paling bawah. Penelitian ini dilakukan selama 2 tahun sejak bulan Januari 2009 hingga Desember 2010 di desa Gunung Kijang, Kawal, Teluk Bakau, Malang Rapat dan Mapur, Kabupaten Bintan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lokasi penangkapan, hasil tangkapan, tangkapan dominan dan Catch Per Unit Effort (CPUE). Enumerator adalah nelayan setempat yang terlatih. Metode pengambilan data dan analisa data mengikuti Pedoman Lapangan Pemantauan Perikanan Berbasis Masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tangkapan nelayan pada tahun 2009 adalah 593,30kg/bulan, naik menjadi 667,93 kg/bulan pada tahun 2010. Kenaikan hasil tangkapan terjadi di desa Kawal, Malang Rapat dan Mapur. Jaring, pancing, bubu ketam dan candit merupakan alat tangkap yang umum digunakan oleh nelayan di kelima desa. Tangkapan dominan sepanjang tahun adalah rajungan, sotong karang, ikan todak dan ikan lambai. Secara umum keempat alat tangkap masih dapat ditingkatkan penggunaannya. Namun untuk alat tangkap bubu ketam harus dibatasi penggunaannya di desa Gunung Kijang dan Malang Rapat dan jaring di desa Kawal dan Malang Rapat. 

Kata kunci: pengelolaan sumberdaya perikanan, pemberdayaan masyarakat,dan kabupaten Bintan.


Abstract: Marine Resource Management Based on Community is one of management strategies that can improve the efficiency and fairness in the utilization and management of natural resources. Community-Based Fisheries Monitoring is monitoring the catch of fishermen activities undertaken by the community itself. Information on the catch needs to know continuously to determine the dynamics of fish resources, which in turn can be used for management at the grassroots level. The research was conducted for 2 years from January 2009 until December 2010 in five villages in the District of Bintan. The purpose of this study was to determine catchment area, the catch, dominant catch and Catch Per Unit Effort (CPUE). Enumerators were trained local fishermen. Methods of data retrieval and data analysis followed the Guidelines for Community-Based Fisheries Monitoring Field. Results showed that the average catch of fishermen in 2009 was 593.30 kg / month, rising to 667.93 kg / month in 2010, occurred in the village of Kawal, Malang Rapat and Mapur. Nets, fishing line, crab traps and candit are commonly used by fishermen in five villages. The dominant catch throughout the year is swimming crab, cuttlefish, swordfish and rabbitfish. In general, the fourth gear use can still be improved. But for the crab trapped should be restricted in the village of Gunung Kijang and Malang Rapat and nets in the village of Kawal and Malang Rapat.

Keywords: fisheries resource management, community based,and Bintan Regency.

Comments