Pengelolaan Sumberdaya Air (Yudha Arif Nugroho)

PENGELOLAAN SUMBERDAYA AIR DI DESA KEMIREN, KECAMATAN GLAGAH, KABUPATEN BANYUWANGI,
PROVINSI JAWA TIMUR BERBASIS KEARIFAN LOKAL

MANAGEMENT OF WATER RESOURCES BASED ON LOCAL WISDOM IN KEMIREN VILLAGE, GLAGAH DISTRICT, BANYUWANGI, EAST JAVA

Yudha Arif Nugroho1) dan Hairi Cipta2)
Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada, 
Jalan Agro, Bulaksumur-Yogyakarta
Email: 1)yudha.arif.n@mail.ugm.ac.id; 2)cipta.hairi@gmail.com

Diterima Juli 2013, diterima setelah perbaikan Agustus 2013
Disetujui untuk diterbitkan Februari 2014

Abstrak: Air merupakan sumber daya alam yang penting bagi kehidupan. Sehingga perlu dilakukan upaya-upaya untuk melestarikan keberadaannya. Masyarakat Using yang bermukim di Desa Kemiren masih menerapkan kearifan lokal dalam mengelola sumber daya air. Penelitian ini mencoba mengidentifikasi bentuk-bentuk kearifan lokal masyarakat Using dalam mengelola sumber daya air. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan penentuan sampel sumber data dengan cara snowball sampling. Pengumpulan data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat 24 mata air di desa Kemiren yang menopang kebutuhan masyarakat Using terhadap sumber daya air. Filosofi untuk menyisakan apa yang dimiliki sekarang telah mengarahkan masyarakat agar tetap mempertahankan sejumlah mata air untuk dikelola sendiri. (2) Ada sejumlah bentuk budaya hasil kearifan lokal masyarakat yang berperan penting dalam menjaga sumber daya air Desa Kemiren, yaitu mitos serta kesan angker, selametan, rebo wekasan, Ider bumi, santet, dan pengelolaan air oleh masyarakat yang disebut hipam. Budaya-budaya ini telah menghindarkan masyarakat dari keserakahan. (3) Masyarakat Using menggunakan gabungan antara konsep segi suplai dan konservasi sisi kebutuhan yang diwujudkan dengan upaya penyimpanan air dan juga pemanfaatannya dengan efisien. Apa yang telah dilakukan oleh masyarakat Using merupakan salah contoh nyata bahwa kearifan lokal masyarakat mampu menjadi solusi terhadap permasalahan pengelolaan sumber daya air. 

Kata kunci: kearifan lokal, sumber daya air, desa Kemiren, dan budaya masyarakat.


Abstract: Water is a natural resources which is essential for life, so there are some efforts that should be done to preserve its existence. Using people residing in the Kemiren Village is still applying local wisdom in managing water resources. This research tried to identify the forms of local wisdom in Using society to managing water resources. This research was conducted using a qualitative approach and snowball sampling to determined the sample of the data source. The research data obtained through interviews, observation, and documentation. The results of the research shows: (1) there are 24 springs in the Kemiren Village which fulfilling Using people needs for water resources. The philosophy to save their things has directed them to conserve a number of springs to be managed by themself. (2) There are some forms of culture based on local wisdom in the society that play an important role in maintaining water resources of Kemiren Village, there are myths and scary image, selametan, Rebo wekasan, Ider Bumi, santet, and water management by the local organization called HIPAM. These cultures has been avoiding the people from greed. (3) Using people use a combination of supply and conservation of needs through the efforts to store the water and utilize the water efficiently. What have been done by Using society are the real examples that local wisdom of the society could be a solution of the problems in water resources management

Keywords: local wisdom, water resources, Kemiren village, dan culture.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Sep 28, 2015, 6:56 AM
Comments