Pengelolaan Perlindungana Cagar Alam (Musyarofah Zuhri)

PENGELOLAAN PERLINDUNGAN CAGAR ALAM

GUNUNG PAPANDAYAN

 

PROTECTION MANAGEMENT OF PAPANDAYAN MOUNTAIN

NATURE RESERVE

 

 

Musyarofah Zuhri 1) dan Endah Sulistyawati 2)
Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Hayati dan Lingkungan Hidup Tropika
Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung, 40132
Email: 1)ova_zuhri@yahoo.com; 2)endah@sith.itb.ac.id
 

Abstrak: Cagar Alam Gunung Papandayan (CAGP) memiliki potensi keanekaragaman hayati dan kepentingan pelestarian yang tinggi namun upaya perlindungan bagi kawasan tersebut banyak mengalami hambatan yang berasal dari keterbatasan pengelolaan kawasan dan pemanfaatan sumber daya hayati oleh masyarakat yang bermukim di sekitar CAGP. Penelitian ini berusaha membangun sistem perlindungan di CAGP berdasarkan pendekatan bottom-up. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi permasalahan perlindungan di CAGP dan sekaligus merumuskan model pengelolaan perlindungan yang sesuai bagi kawasan tersebut. Penelitian dilakukan di kawasan CAGP dan kawasan lain yang berbatasan dengan CAGP, yaitu Desa Sirnajaya, Neglawangi, dan Cihawuk. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur, observasi langsung, dan studi literatur yang bertujuan untuk menghimpun data aspek ekologi, sosial ekonomi, dan pengelolaan untuk selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Permasalahan perlindungan utama yang terdapat di CAGP yaitu (1) penurunan keanekaragaman hayati akibat perambahan hutan; (2) ketidakmantapan kawasan; (3) pemanfaatan sumber daya kawasan dan jasa lingkungan; serta (4) tidak efektifnya organisasi pengelola. Hasil penelitian ini menemukan bahwa akar permasalahan perlindungan di CAGP berasal dari perbedaan kepentingan di antara pengelola dan penduduk sekitar kawasan. Untuk mengatasi permasalahan perlindungan di CAGP, maka diajukan model pengelolaan perlindungan yang berkelanjutan yang terdiri dari lima strategi, yaitu strategi membangun jaringan kawasan konservasi, kolaborasi, konservasi, pemanfaatan kawasan, dan pemberdayaan masyarakat.

Kata kunci: cagar alam, kolaborasi, konservasi, pengelolaan,dan  perlindungan.

 

Abstract: Papandayan Mountain Nature Reserve (PMNR) has biodiversity potential and high conservation value. Nevertheless, its protection has faced obstacles due to limitation of management capacity and exploitation of natural resources by the neighboring communities. This research was an attempt to develop a protection system for PMNR based on bottom-up approach. The goal of this research was identifying protection problems in PMNR and developing protection management model appropriate for PMNR. The research has been carried out in PMNR and the neighboring areas, i.e.  Sirnajaya Village, Neglawangi Village, and Cihawuk Village. Data on the ecological, socio-economical and management aspects were collected through semi structure interview, direct observation, and literature study. The data was subsequently analyzed by qualitative descriptive analysis. The major protection problems in PMNR were (1) decrease in biodiversity resulting from forest clearing; (2) unsteady area; (3) presence of natural resource exploitation, despite its conservation status; and (4) uneffectiveness the organization structure of PMNR manager. This research found that the root of protection management problems in PMNR was difference in interest between PMNR manager and neighboring communities . To solve the protection problems in PMNR, a sustainable protection management model that consists of five development strategies i.e. developing networking conservation area strategy, collaboration strategy, conservation strategy, utilization strategy, and empowerment community strategy.

Keywords: collaboration, conservation, management, nature reserve, and protection.

 

Comments