Pengelolaan Lahan Kering (Anik Rustina)

PENGELOLAAN LAHAN KERING UNTUK PENGEMBANGAN

BUDIDAYA TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.)

 DI KABUPATEN SITUBONDO – JAWA TIMUR

 

DRY LAND MANAGEMENT FOR DEVELOPMENT OF

 PHYSIC NUT  ( Jatropha curcas L. ) CULTIVATION

IN SITUBONDO REGENCY - EAST JAVA

 

 

Anik Rustina 1), Endah Sulistyawati2), dan Albertus Deliar3)
1,2) PSDH-LH Tropika SITH – ITB, Jl. Ganesa No. 10 Bandung
3) Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan – ITB, Jl. Ganesa No. 10 Bandung
Email: 1)anik_sith@yahoo.co.id; 2)endah@sith.itb.ac.id

 

 

Abstrak: Peluang pengembangan jarak pagar sebagai bahan baku biodiesel di Kabupaten Situbondo sebenarnya cukup besar, akan tetapi saat ini belum pernah dilakukan perencanaan pengembangannya secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun model pengelolaan lahan kering yang berkelanjutan untuk pengembangan budidaya tanaman jarak pagar di Kabupaten Situbondo Jawa-Timur. Penentuan lokasi penelitian dan responden dilakukan dengan menggunakan metode purposive random sampling di 4 kecamatan dan 11 desa di Kabupaten Situbondo. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja untuk merepresentasikan daerah-daerah yang sudah ditanami dan yang belum ditanami jarak pagar. Jumlah responden sebanyak 275 orang; 25 orang dari masing-masing desa. Hasil analisis kesesuaian lahan berdasarkan karakteristik jenis tanah, ketinggian tempat dan iklim dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) menunjukkan terdapat sembilan kecamatan yang sesuai untuk pengembangan budidaya tanaman jarak pagar yaitu Banyuputih, Asembagus, Jangkar, Kapongan, Panji, Situbondo, Mlandingan dan Suboh. Petani di lokasi penelitian telah mengenal  dan mengetahui manfaat tanaman jarak pagar, namun hanya 1,41% mengetahui manfaatnya sebagai bahan baku  biodiesel. Proses adopsi inovasi baru oleh petani berupa budidaya tanaman jarak pagar di Kabupaten Situbondo diduga akan berjalan lambat. Hal ini diindikasikan oleh beberapa faktor yaitu dominannya petani berusia tua (58%), rendahnya tingkat pendidikan (94% hanya mengenyam pendidikan dasar), dan sebagian besar petani  memiliki lahan sempit (< 0,6 ha sebesar 42%).  Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa usahatani sistem tumpang sari jarak pagar dengan jagung layak dikembangkan di Kabupaten Situbondo.

 Kata kunci: Pengelolaan lahan kering, dan jarak pagar.

 

Abstract: There is ample opportunity for developing physic nut as raw material in this regency; however a systematic planning for such development has not yet been developed. This study aims to develop a dryland management model for developing physic nut cultivation in Situbondo Regency, East Java Province. Determination of sampling location and selection of respondents were based on the purposive random sampling method. The sampling locations were deliberately chosen to represent areas where physic nut has already been cultivated and those where physic nut has not been cultivated. The study locations encompassed four sub-regencies and 11 villages in Situbondo Regency. The number of respondents was 275; 25 persons from each village. The land suitability analysis based on elevation, soil and climate characteristic using geographical information system (GIS) identified nine sub-regencies suitable for physic nut cultivation, i.e. Banyuputih, Asembagus, Jangkar, Arjasa, Kapongan, Panji, Situbondo, Mlandingan and Suboh. Most farmers in the study locations had already known about physic nut including its variety of uses; however, only 1.41 % of them understood its use as raw material of biodiesel. The adoption of new innovation by farmers in this area was predicted to be slow as indicated by the large proportion of old farmers (58 %), the low education level of most farmers (94 % of them only attained primary school) and  the small size of land owned (<0.6 ha for 42 % of farmers). The result of economic analysis indicated that the farming system based on mixed-cropping of physic nut and maize was economically feasible to be developed in Situbondo Regency.

Keywords: Dry land management, and physic nut.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Apr 9, 2012, 6:13 AM
Comments