Pengelolaan dan Pelestarian Hutan Lindung (Ratna Artha Windari)

PENGELOLAAN DAN PELESTARIAN HUTAN LINDUNG
BERBASIS KEARIFAN MASYARAKAT LOKAL
(Peran Pecalang Jagawana Di Desa Pakraman Selat Pandan Banten, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng)

FOREST MANAGEMENT AND CONSERVATION 
BASED ON LOCAL WISDOM
(The role of Pecalang Jagawana in the village of Pakraman Selat Pandan Banten, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng

Ratna Artha Windari1) dan I Nyoman Dodik Prasetia2)
Jurusan PPKn- Univ. Pendidikan Ganesha
Kampus Tengah, Jalan Udayana, Singaraja
Email: 1)ratna_windari@yahoo.co.id; 2)dodik_prasetia@yahoo.com


Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui latar belakang dan dasar hukum pembentukan pecalang jagawana di desa pakraman Selat Pandan Banten; 2) mengetahui peran pecalang jagawana dalam pengelolaan dan pelestarian hutan lindung; 3) kendala-kendala  dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai pecalang jagawana; dan 4) upaya pecalang jagawana dalam mengatasi kendala yang dihadapi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif, instrumen penelitian menggunakan prinsip bahwa peneliti adalah instrumen utama dalam penelitian (human instrument), Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, studi kepustakaan dan pencatatan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan: 1) latar belakang terbentuknya pecalang jagawana adalah maraknya pencurian hasil hutan dan penebangan pohon secara liar yang berdampak pada kekeringan dan sulitnya masyarakat memperoleh air, kesadaran masyarakat lokal untuk mempertahankan keberadaan hutan lindung di kawasan setempat. Dasar hukum pembentukan pecalang jagawana adalah UU No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU No.41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, Perda No.3 Tahun 2001 tentang Desa Pakraman, dan Awig-awig Desa Pakraman Selat; 2) peran pecalang jagawana adalah mengamankan, mengelola, dan melestarikan hutan berdasarkan AD/ART dan Rencana Pelestarian Penghijauan Hutan Periode 5 tahun; 3) kendala yang dihadapi yakni dari faktor internal dan faktor eksternal; 4) upaya yang dilakukan adalah dengan menerapkan kebijakan yang bersifat preemtif, preventif, dan represif.

Kata kunci: hutan lindung, kearifan lokal, pengelolaan, dan pelestarian.


Abstract: This study aims to: 1) know the background and legal basis for formation rangers or Pecalang Jagawana in Selat Pandan Banten village, 2) determine the role of Pecalang Jagawana in protected forest management and conservation; 3) the constraintsin carrying out duties and responsibilities as aPecalang Jagawanaand 4) Pecalang Jagawana efforts to overcome the obstacles faced. The method used in this studyis an empirical method with qualitative descriptive approach, the instrument uses the principle that the researcher is the main instrument in the study (human instrument), data was collected using observation, interviews, literature study and recording of documents. The results showed: 1) the background of the formation of Pecalang Jagawana are theft of forest products and illegal logging and drought affecting the difficulty of obtaining water, awareness of local communities to sustain the existence of protected forest in the local region. The legal basis of the establishment of Pecalang Jagawana are Law No. 32 of 2009 on the Protection and Management of the Environment, Law No.41 of 1999 on Forestry, Regulation No. 3of 2001 on Pakraman, and Awig-awig PakramanStrait; 2) the role of Pecalang Jagawana is secure, manage, and conserve forests by internal roles and Greening Forest Preservation Plan Period 5years; 3) of the constraints faced by internal factors and external factors; 4) efforts is to implement a policy of pre-emptive, preventive and repressive.

Keywords: forest, local wisdom, management, and conservation.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Sep 27, 2014, 6:40 PM
Comments