Pengaruh Upwelling (Jorina Waworuntu)

PENGARUH UPWELLING TERHADAP KUALITAS AIR LAUT
DI PESISIR SELATAN SUMBAWA

UPWELLING IMPACT TO THE SEA WATER QUALITY
AT THE SOUTH COAST OF SUMBAWA

Jorina Waworuntu1), M. Salamuddin Yusuf2), dan M. Teguh Budiman3)
1,2,3)Departemen Lingkungan, PT. Newmont Nusa Tenggara
Jalan Sriwijaya, Mataram
Email: 1)jorina.waworuntu@nnt.co.id; 2)muhamad.salamuddin@nnt.co.id;
3)teguh.budiman@nnt.co.id
 

Abstrak: Berbagai observasi, pemantauan dan analisis telah dilakukan untuk mengkaji peristiwa upwelling di pesisir Selatan Sumbawa Barat berkaitan dengan penempatan tailing di dasar laut yang dioperasikan oleh PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT). Upwelling di daerah pesisir Selatan Sumbawa terjadi antara bulan Mei – Oktober dengan intensitas tertinggi antara bulan Juli – September bertepatan dengan musim angin Tenggara. Upwelling di tempat ini ditandai dengan penurunan suhu permukaan laut, naiknya salinitas permukaan, dan meningkatnya produktifitas primer atau kelimpahan plankton. Data pemantauan kolom air selama sepuluh tahun di daerah penempatan tailing menunjukkan bahwa plume kekeruhan tailing tidak dipengaruhi oleh kondisi upwelling. Kekeruhan hanya terjadi di perairan dasar ngarai di daerah penempatan tailing dan bagian teratas plume tailing tetap berada di bawah ujung pipa tailing pada kedalaman >120 m di bawah permukaan laut, di dalam wilayah yang diizinkan. Pemantauan kualitas air yang dilakukan pada saat upwelling hasilnya menunjukkan hal yang tidak berbeda dengan pemantauan di musim non-upwelling. Secara umum kualitas air laut (kekeruhan, padatan tersuspensi total dan kandungan logam terlarut) di perairan permukaan diatas daerah penempatan tailing (Zona B) tetap memenuhi baku mutu. Operasi penempatan tailing PTNNT tidak berdampak pada perairan eufotik permukaan dan pesisir pantai yang memiliki keanekaragaman dan produktifitas tinggi.

Kata kunci: kualitas air laut, plume, tailing, dan upwelling.


Abstract: Various observations, monitoring, and analysis have been conducted to review the upwelling processes at the South Coast of West Sumbawa in relation to the deep sea tailing placement system operated by PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT). At the South coast of Sumbawa, upwelling occurs between May – October with the highest intensity in July – September during the South East monsoon. In this area, the upwelling is indicated by decreasing surface temperature, increasing surface salinity, and increasing primary productivity or plankton abundance. Ten years water profile data in the area of tailing placement show that the turbid tailing plume was not affected by upwelling condition. Turbidity only occurs at the bottom water of the canyon at the tailing placement area, and the top of the tailing plume was consistently found below the depth of the tailing discharge or >120 meter. Water quality monitoring during upwelling shows similar results to the non-upwelling season. Sea water quality (turbidity, total suspended solid, and dissolved metal) in the upper layer above the tailing placement area (Zone B) generally comply with the water quality standard. The operation of PTNNT tailing placement system did not impact the euphotic surface layer and coastal area with high diversity and productivity.

Keywords: sea water quality, plume, tailing, and upwelling.

 

Ċ
Lingkungan Tropis,
Sep 23, 2012, 4:52 AM
Comments