Pengaruh Perkembangan Pembangunan (Laras Tursilowati)

pENGARUH PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN DAERAH URBAN

PADA PERUBAHAN IKLIM DAN LINGKUNGAN DI SEMARANG

 

THE INFLUENCE OF URBAN DEVELOPMENT ON

THE CHANGES OF CLIMATE AND ENVIRONMENT IN SEMARANG

 

 

Laras Tursilowati
Bidang Aplikasi Klimatologi dan Lingkungan
Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim, LAPAN, Semarang
Email: laras@bdg.lapan.go.id; laras_lapan@yahoo.com

 

 Abstrak: Perubahan penggunaan lahan dalam hal ini adalah pembangunan terutama di kota-kota besar (urban) umumnya sangat pesat, menyebabkan perubahan di segala bidang. Taman-taman kota atau lahan bervegetasi semakin berkurang sehingga fungsi untuk menyegarkan udara kota menjadi berkurang pula. Perkembangan ini mengakibatkan perubahan unsur-unsur iklim terutama di pusat kota akan berbeda dengan wilayah di sekitarnya. Dalam penelitian ini diamati perubahan lahan karena perkembangan pembangunan di kota Semarang dan perubahan iklim maupun lingkungan yang terjadi dengan menggunakan estimasi dari data Satelit Landsat dengan metode klasifikasi tak terbimbing dan metode neraca energi permukaan. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan lahan yang cukup signifikan dalam kurun waktu 1994 sampai 2002 yaitu bertambahnya lahan pemukiman seluas 3606 ha (2,5% dari luas total lahan Semarang), industri 0,3%  dan lahan terbuka 37,4%. Sebaliknya daerah yang mengalami pengurangan luasan adalah hutan 2,1%, sawah 2%, perkebunan 1,6%. Penambahan areal non vegetasi dan pengurangan lahan ini mengakibatkan berbagai perubahan pada faktor iklim dan lingkungan yang diindikasikan dengan Suhu Udara dan Indeks Kenyamanan (THI). Suhu Udara yang tinggi di pusat kota  disebut sebagai Pulau Panas Perkotaan terlihat di sebagian besar Semarang. Demikian pula telah terjadi pergeseran indeks kenyamanan yang cukup mencolok, yaitu pada tahun 1994 di kota Semarang masih dalam nyaman karena masih dalam daerah THI 20-26, sedangkan pada tahun 2002 hampir sebagian besar THInya diatas 26 yang berarti sudah tidak nyaman lagi.

 Kata kunci: Perubahan lahan, Urban, UHI, dan THI.

 

Abstract: The Land Use change in this way is development especially in big cities (urban) generally very rapidly, that cause change in all the fields. City gardens or vegetation area decrease then function for refreshing air in city decrease too. This development effect to changes of climates especially in the central of city will be different with area in the surrounding. This research investigate land cover change because of development in Semarang that cause climate change and environment change by using estimation from Landsat Satellite data with unsupervised classification method and surface energy balance method. The result show that was happened significant  land use change from 1994 to 2002 there are increase in residence area about 3606 ha (2.5% from area total of Semarang), industry 0.3% and open land 37.4%. Otherwise region with area decrease are forest about 2.1%, paddy field 2%, plantation 1.6%. Increasing of non vegetation area and decrease of vegetation area affect in changes of climate and environment that were indicated by Air Temperature and Temperature Humidity Index (THI). High temperature air is in central of city that called Urban Heat Island showed in almost region of Semarang. Therefore change of  temperature humidity index contrast, that is in 1994 in Semarang still have comfort region with THI 20-26, otherwise in 2002 almost region with THI grater than 26 that indicate uncomfort regions.

 Keywords: landuse change, urban, UHI, and THI.

 

 

Ċ
Lingkungan Tropis,
Apr 9, 2012, 6:09 AM
Comments