Pengaruh Penambahan Sekam (Ellina S. Pandebesie)

PENGARUH PENAMBAHAN SEKAM
PADA PROSES PENGOMPOSAN SAMPAH DOMESTIK

INFLUENCE OF RICE HUSK
ON DOMESTIC SOLID WASTE COMPOSTING 

Ellina S. Pandebesie1) dan Dety Rayuanti
Jurusan Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh November
Kampus ITS, Sukolilo, Surabaya
Email: 1)ellina@its.ac.id

diterima 7 Juli 2011, diterima setelah perbaikan 17 Januari 2013
disetujui untuk diterbitkan 20 Januari 2013

Abstrak: Untuk mereduksi jumlah sampah yang harus diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) agar biaya transportasi dapat dikurangi dan umur pemakaian TPA dapat diperpanjang, maka salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengubah sampah menjadi kompos. Di samping itu, kompos yang dihasilkan mempunyai nilai ekonomis, karena dapat dijual sebagai bahan penggembur pada tanah. Sampah yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari pasar, karena sebagian besar sampah domestik terdiri dari bahan organik yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kompos. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penambahan sekam dalam mempersingkat waktu pengomposan ditinjau dari proses penurunan kandungan C organik sampah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 15 kg sampah yang telah dicacah. Ada tiga variabel penambahan sekam pada penelitian yang dilakukan, masing-masing tanpa penambahan sekam sebagai kontrol (R1), 4 kg sekam (R2) dan 8 kg sekam (R3). Penelitian dilakukan dengan cara pengomposan aerobik fakultatif selama 30 hari dengan menggunakan reaktor yang dapat diputar. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh variasi sekam. Pada pengamatan hari ketiga puluh diperoleh rasio C/N pada R1 sebesar 21,2; R2 sebesar 17,52 dan R3 sebesar 23,7. Reduksi C organik pada R1, R2 dan R3 secara berturut-turut sebesar 9,1%; 10,4% dan 13,6% . 

Kata kunci: aerobik, fakultatif, pengomposan, rasio C/N, sampah, dan sekam.


Abstract: To reduce the amount of solidwaste that must be transported to final disposal, so transportation cost to Final Disposal can be reduced and operate of Final Disposal could be extended, then the way you can do is convert the solidwaste into compost. In addition, the compost produced has economic value, because it can be sold as a soil conditioner material. Solidwaste that is used in this study originated from the market. It is because most domestic waste consists of organic materials that can be used as raw material for composting processes. The objectives of this research are to determine the influence of rice husk on composting processes in terms of process time and C organic degradation rate. The research was conducted by using 15 kg of garbage that have been cut into small pieces. There are three research variables conducted, without the addition of rice husk as a control (R1), 4 kg of rice husk added (R2) and 8 kg of rice husk added (R3). Research carried out by aerobic facultative composting for 30 days using a reactor that can be rotated. The results showed rice husk added was influenced composting processes.. Observations at the end of research obtained C/ N ratio value 21.23 for R1, 17.52for R2 and 23.7.for R3. C organic reduction was 9.1% for R1; 10.4% for R2 and 13.6% for R3. 

Keywords: aerobic, C/N ratio, composting, facultative, rice husk, and solidwaste.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Apr 13, 2013, 6:37 PM
Comments