Pengaruh Paparan Suhu (Hayyu Rakhmia)

PENGARUH PAPARAN SUHU EKSTREM PANAS 
DI LINGKUNGAN KERJA TERHADAP 
KESEHATAN PEKERJA INDUSTRI BAJA 

EFFECTS OF EXTREMELY HIGH TEMPERATURE IN 
A WORKING ENVIRONMENT TOWARD STEEL PLANT WORKERS 

Hayyu Rakhmia1), Tresna Dermawan Kunaefi2), dan Katharina Oginawati3)
Program Studi Teknik Lingkungan, ITB
Jl. Ganeca 10 Bandung, 40132
Email: 1) rmia_j@yahoo.com; 2) itdk@itb.ac.id; 3)ogi@elga.net.id
 

Abstrak: Paparan panas ekstrem telah menjadi permasalahan yang banyak terdapat di lingkungan industri dan dapat mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan, berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja dan dapat menurunkan produktivitas kerja. Kajian terhadap stress panas dan pengaruhnya terhadap kesehatan menjadi hal yang penting untuk mengendalikan kinerja perusahaan. Penelitian dilakukan di unit peleburan dan pengecoran pabrik baja PT. X yang merupakan industri baja terpadu di Indonesia. Analisa dilakukan dengan melakukan pengukuran stress panas yang diberikan lingkungan dan pengukuran terhadap berbagai parameter kesehatan. Pengukuran stress panas dilakukan dengan metoda Indeks Suhu Basah dan Bola (ISBB), sedangkan  pengukuran parameter kesehatan dilakukan dengan mengukur tekanan darah, denyut nadi dan suhu tubuh pekerja yang dilakukan sebelum dan sesudah bekerja di bawah paparan panas. Objek studi terdiri dari 13 orang pekerja pengecoran, 22 orang pekerja peleburan dan 22 orang kelompok kontrol yang tidak terkena paparan panas. Pekerjaan di PT. X memiliki beban kerja ringan (700-800 kkal/8jam) dengan rata-rata nilai ISBB di peleburan sebesar 34,26 ± 1,1 oC dengan waktu kerja di bawah paparan stress panas 5,75-8,63%. Nilai rata-rata ISBB di pengecoran sebesar 32,3± 1,52oC dengan durasi kerja di bawah paparan panas sekitar 47,5%. Kedua nilai ISBB melebihi nilai ambang batas yang diperbolehkan, yaitu sebesar 32,2oC untuk waktu kerja 25%. Pengukuran parameter kesehatan menunjukkan peningkatan suhu tubuh pada durasi paparan panas yang lebih tinggi dan peningkatan denyut nadi sebagai kompensasi peningkatan suhu tubuh. Pendataan melalui kuesioner menunjukkan beberapa keluhan yang merupakan gejala awal adanya heat strain, seperti heat cramp, heat exhausion, dehidrasi dan beberapa cedera serta luka bakar. Upaya pengendalian dapat dilakukan dengan melakukan pembatasan durasi kerja di unit pengecoran dan pengendalian terhadap faktor fisika untuk mengurangi stress panas di kedua lokasi. 

Kata kunci: ISBB, pabrik baja, tekanan darah, dan tekanan panas ekstrem.

 

Abstract: Extreme heat exposure has become major problem in industrial environment that potentially cause health issues, accidents in working area, and may further decrease labor efficiency. Observing heat stress and its effect towards worker's health become crucial to control company's productivity. Research has been conducted to measure heat stress from steel plant environment and its exposure to several health parameters in melting and casting unit of PT. X, Indonesia. Heat stress measurement has been conducted using wet bulb globe thermometer. Health parameters were measured before and after the heat stress exposure, including the worker’s blood pressure, body temperature and pulse rate. Research objects (samples) consist of 13 casting unit workers, 22 melting unit workers, and 22 workers as control. PT. X workers have light work load (700-800 kcal in total 8 hours working duration). Measurement on melting unit workers show an average 34.26 ± 1.1oC WBGT index  in 5.75-8.63% of total work hours. Measurement on casting unit workers showed an average 32.3± 1.52oC WBGT index in 47.5% of total work hours. Both WBGT index values exceed the permissible limit, which is 32.2oC for 25% of total work hours. Health parameter measurement showed an increase body temperature on longer heat stress exposure and followed by an increase of pulse rate as its compensation. Relative risk (RR) calculation showed a risk of health parameters deviation from its normal range on the exposed samples (research objects). Result from questioner showed several symptoms of early heat strain, such as heat cramps, heat exhaustions, dehydration, and heat-related injuries. Immediate evaluation on heat exposure time limit within the casting unit's work hour and also controlling physical factors in both locations should be advised in order to reduce heat stress.

Keywords: blood pressure, extreme heat stress, steel plant, and WBGT.


Ċ
Lingkungan Tropis,
Dec 6, 2012, 5:23 PM
Comments