21days until
Seminar PMLI X, 2014

Seminar Proceeding

Annual Seminar Proceeding

Pengaruh Kejadian Siklon Tropis Errol (Teguh Harjana)

PENGARUH KEJADIAN SIKLON TROPIS ERROL DAN 90S
TERHADAP VARIASI INTENSITAS CURAH HUJAN
DI PESISIR SELATAN JAWA

THE INFLUENCE OF TROPICAL CYCLONE OCCURRENCE 
ERROL AND 90S TO VARIATIONS OF RAINFALL INTENSITY
ON THE SOUTHERN COAST OF JAVA

Teguh Harjana1) dan Arief Suryantoro2)
Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer - LAPAN
Jalan Djundjunan, Bandung 
Email:1) teguh@bdg.lapan.go.id; teghar120@yahoo.co.id
2)ariefs_40215@yahoo.com, ariefsurya@bdg.lapan.go.id 

diterima 6 Januari 2012, diterima setelah perbaikan 16 Januari 2013
disetujui untuk diterbitkan 20 Januari 2013

Abstrak: Mengacu pada kejadian typhoon Fengshen 20 Juni 2008 di Filipina yang mengakibatkan kematian lebih dari 1000 jiwa dan puluhan ribu jiwa terdampar di atap-atap rumah mereka akibat banjir yang menyertai typhoon tersebut, maka penelitian serupa seperti pada judul paper ini perlu dilakukan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan mengidentifikasi kejadian siklon tropis di sekitar wilayah perairan Selatan Jawa dan menganalisa kontribusinya terhadap variabilitas curah hujan dari observasi satelit TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission). Data yang dihasilkan oleh kombinasi 3 sensor utama satelit TRMM, yaitu sensor PR (Precipitation Radar), TMI (TRMM Microwave Imager) dan VIRS (Visible Infrared Scanner), termasuk di dalamnya adalah data 3B42V6 TRMM, digunakan untuk memperoleh karakteristik curah hujan dalam sistem siklon tropis saat kejadian maupun sebaran horizontal dan perubahan intensitas curah hujan di wilayah perairan sekitarnya sampai di daerah pesisir selatan Jawa pada 1 sampai 12 jam sesudahnya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa siklon tropis 90S yang terjadi pada tanggal 30 Maret 2011 jam 16.40Z dan berpusat di 14,0 °LS; 113,5 °BT yang memiliki karakteristik profil curah hujan dari permukaan dan mencapai puncaknya di ketinggian 17,5 km dengan reflektivitas maksimumnya sebesar 50 dBZ, ternyata memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variasi intensitas curah hujan di pesisir selatan Jawa, dari 0,08-2,59 mm/jam. Sedang kejadian siklon tropis Errol tidak begitu mempengaruhi variasi intensitas curah hujan di pesisir selatan Jawa.

Kata kunci: Siklon tropis Errol dan 90S, variasi intensitas, curah hujan, dan Jawa.


Abstract: Referring to the incidence of typhoon Fengshen in the Philippines June 20, 2008 resulting in the deaths of more than 1000 people and tens of thousands of people stranded on the roofs of their homes by the floods that accompanied the typhoon, the same research as the title of this paper needs to be done. The purpose of this research is to investigate and identify the incidence of tropical cyclones in the area around southern ocean of Java and analyze its contribution to rainfall variability from TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission) satellite observations. Data generated by a combination of three main TRMM satellite sensors, namely PR (Precipitation Radar), TMI (TRMM Microwave Imager) and VIRS (Visible Infrared Scanner) sensors, including the 3B42V6 TRMM data, was used to determine the characteristics of rainfall in the system of tropical cyclones when the incident as well as the horizontal distribution and changes in rainfall intensity in the region surrounding ocean to the south coast of Java at 1 to 12 hours afterwards. The results showed that 90S tropical cyclones that occurred on March 30, 2011 at 16.40Z and centered at 14.0 ° S, 113.5 ° E which has the characteristics of rainfall profiles from the surface and reaches its peak at an altitude of 17.5 km with maximum reflectivity of 50 dBZ, proved to have a significant effect on rainfall intensity variation on the south coast of Java, from 0.08 to 2.59 mm / hour. Meanwhile, the tropical cyclone occurrence of Errol only a little bit influence on rainfall intensity variation on the southern coast of Java. 

Keywords: Errol and 90S tropical cyclone, intensity variation, rainfall, and Java.

Comments