Pengaruh Jenis Tegakan Mangrove (Rini Budihastuti)

PENGARUH JENIS TEGAKAN MANGROVE
DENGAN FATTENING NILA (Oreochromis niloticus)
DALAM WANAMINA BERWAWASAN LINGKUNGAN
DI MANGUNHARJO, KOTAMADYA SEMARANG

THE EFFECT BETWEEN MANGROVE STANDS
WITH FATTENING NILA ON ENVIROMENTAL SILVOFISHERY
IN MANGUNHARJO, SEMARANG DISTRICT


Rini Budihastuti1), Sutrisno Anggoro2), dan Suradi W.S.2)
1)Program Doctor Ilmu Lingkungan Universitas Diponegoro
2)Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Diponegoro 
Email: 1)rini_puryono@yahoo.com

diterima 16 November 2011, diterima setelah perbaikan 16 Januari 2013
disetujui untuk diterbitkan 20 Januari 2013

Abstrak: Kawasan pantai mempunyai fungsi yang sangat penting bagi kehidupan, baik secara ekonomi, sosial dan lingkungan. Salah satu kawasan yang sangat berpengaruh terhadap kelestarian lingkungan pantai adalah hutan mangrove, Kondisi hutan mangrove saat ini pada umumnya dalam kondisi rusak berat, sehingga mengganggu kelestarian lingkungan. Untuk itu upaya yang cocok untuk dikembangkan dalam pelestarian kawasan pantai adalah wanamina (silvofishery). Wanamina (silvofishery) adalah suatu kegiatan yang terintegrasi (terpadu) antara budidaya perikanan air payau (perikanan) dengan pengembangan mangrove (kehutanan) pada lokasi yang sama. Penelitian ini dilakukan dipantai utara kelurahan Mangunharjo, kecamatan Tugu, kota Semarang. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan hasil fattening kultivan nila (Oreochromis niloticus) dengan adanya perlakuan tanaman Avicennia, Rhizophora, tanpa tanaman mangrove dengan kultivan nila dengan pakan alami dan membuktikan bahwa ikan nila biasanya hidup di air tawar bisa dibudidayakan di air payau. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan riset lapangan dan pengamatan langsung selama 4 bulan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 2 ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah jenis tanaman mangrove Rhizophora, Avicennia dan tanpa tanaman mangrove. Data yang diperoleh dianalisa dengan balance design analisa varians pada taraf uji 0.05%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kultivan nila yang di budidayakan di lokasi pada tegakan Avicennia memberikan hasil yang terbaik, kemudian diikuti dengan Rhizophora dan tanpa tanaman mangrove. 

Kata kunci: manggrove, wanamina, fattening nila, dan wawasan lingkungan.


Abstract: Coastal area has a very important function for life, either through economy, social and environment. One of the most important factors for coastal environmental continuity is the mangrove forest. In general, the mangrove forest nowadays is in heavily damage condition, and that disturbs the environmental conservation. Because of that condition, the best solution for the coastal area conservation is the wanamina (sylvofishery). Wanamina (sylvofishery) is an integrated activity between brackish water fishery and mangrove forest cultivation at the same location. The research is held in the north shore of Mangunharjo Sub-district, Tugu District of Semarang city. The purpose of this research is to obtain the result from wanamina (sylvofishery) using Rhizophora, Avicennia, without mangrove fattening Nila and also Nila (Oreochromis niloticus) using organic food. The research methods that used are field research and direct observation for 4 months. The experiment design used is random design complete with 3 treatments and 2 repetitions. The treatment applied in Rhizophora Mangrove, Avicennia Mangrove and (without mangrove). Obtained data is analyzed with balance design of variant analysis at 0.05% test level. The result obtained shows that the cultivated Nila (Oreochromis niloticus) in the location of Avicennia give the best result next is the Rhizophora and the last is the without mangrove.

Keywords: mangrove, sylvofishery, fattening nila, and environmental perception.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Apr 18, 2013, 1:47 AM
Comments