Penerapan Wanamina (Silvofishery) (Rini Budi Hastuti)

PENERAPAN WANAMINA (SILVOFISHERY)
BERWAWASAN LINGKUNGAN DI PANTAI UTARA KOTA SEMARANG

THE APLICATION OF SYLVOFISHERY
UPON THE ENVIRONMENTAL PERCEPTION
IN THE NORTH SHORE OF SEMARANG CITY

Rini Budi Hastuti
Ilmu Lingkungan Universitas Diponegoro
Jurusan Biologi Fakultas MIPA UNDIP
Jalan Soedarto Tembalang, Semarang
Email: rini_puryono@yahoo.com

dikirim 28 September 2010, diterima setelah perbaikan 12 Desember 2010

Abstrak: Kawasan pantai mempunyai fungsi yang sangat penting bagi kehidupan, baik secara ekonomi, sosial dan lingkungan. Salah satu kawasan yang sangat berpengaruh terhadap kelestarian lingkungan pantai adalah hutan mangrove, Kondisi hutan mangrove saat ini pada umumnya dalam kondisi rusak berat, sehingga mengganggu kelestarian lingkungan. Untuk itu upaya yang cocok untuk dikembangkan dalam pelestarian kawasan pantai adalah wanamina (silvofishery). Wanamina (silvofishery) adalah suatau kegiatan yang terintegrasi (terpadu) antara budidaya perikanan air payau (perikanan) dengan pengembangan mangrove (kehutanan) pada lokasi yang sama. Penelitian ini dilakukan di pantai utara kelurahan Mangunharjo, kecamatan Tugu, kota Semarang. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendapatkan hasil Bandeng dengan adanya tanaman Avicennia, Rhizophora, tanpa tanaman mangrove dengan kultivan Bandeng dengan pakan alami. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan riset lapangan dan pengamatan langsung selama 4 bulan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah jenis tanaman mangrove Rhizophora, Avicennia dan tanpa tanaman mangrove. Data yang diperoleh dianalisa dengan balance design analisa varians pada taraf uji 0.05%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kultivan Bandeng yang di budidayakan di lokasi pada tegakan Rhizophora memberikan hasil yang terbaik, kemudian diikuti dengan Avicennia dan tanpa tanaman mangrove.

Kata kunci: penerapan, Wanamina, dan wawasan lingkungan

Abstract: Coastal area has a very important function for life, either through economy, social and environment. One of the most important factors for coastal environmental continuity is the mangrove forest. In general, the mangrove forest nowadays is in heavily damage condition, and that disturbs the environmental conservation. Because of that condition, the best solution for the coastal area conservation is the wanamina (sylvofishery). Wanamina (sylvofishery) is an integrated activity between brackish water fishery and mangrove forest cultivation at the same location. The research is held in the north shore of Mangunharjo Sub-district, Tugu District of Semarang city. The purpose of this research is to obtain the result from wanamina (sylvofishery) using Rhizophora, Avicennia, without mangrove and also Milkfish (Bandeng) using organic food. The research methods that used are field research and direct observation for 4 months. The experiment design used is random design complete with 3 treatments and 3 repetitions. The treatment applied in Rhizophora Mangrove, Avicennia Mangrove and (without mangrove). Obtained data is analyzed with balance design of variant analysis at 0.05% test level. The result obtained shows that the cultivated Milkfish (Chanos-chanos) in the location of Rhizophora give the best result next is the Avicennia and the last is the without mangrove.

Keywords: aplication, Sylvofishery, and environmental perception.
Ċ
Lingkungan Tropis,
Mar 18, 2012, 8:54 AM
Comments