Penataan Ruang Kota (Wahyudi Arimbawa)

PENATAAN RUANG KOTA BERWAWASAN LINGKUNGAN; 
PENDEKATAN PERENCANAAN ECO-CITY UNTUK MENCAPAI 
KOTA LAYAK HUNI (LIVABLE) DI KOTA DENPASAR 

ENVIRONMENT VISION OF TOWN SPATIAL PLANNING; 
ECO-CITY PLANNING APPROACH FOR ACHIEVING 
A LIVABLE CITY IN TOWN OF DENPASAR 

Wahyudi Arimbawa1) dan I Komang Gede Santhyasa2)
Prodi Perencanan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Hindu Indonesia
Jalan Sangalangit, Tembau Penatih, Denpasar
Email: 1)yudiarimbawa@gmail.com; 2)ksanthyasa@unhi.ac.id
 
dikirim 22 Juli 2010, diterima setelah perbaikan 3 Desember 2010
 

Abstrak: Asas penataan ruang kota saat ini hanya membentuk tatanan estetika fisik kota dengan kontribusi yang sangat terbatas pada aspek fungsional-abstrak saja. Sehingga, perlu diperhatikan karakter kota sebagai jaringan yang bersifat struktural maupun spasial pada semua aspek. Integrasi antar karakter tersebut membentuk dinamika perkotaan yang bersifat ekologis, dimana kota ekologis diartikan sebagai kota berwawasan masa depan, artinya kota dianggap sebagai satu kesatuan ekosistem yang saling bersintesis sebagai upaya preventif terhadap ‘dampak’dimasa mendatang. Tulisan ini bertujuan untuk memahami aspek penataan ruang kota layak huni (livable) melalui pendekatan perencanaan ruang kota berwawasan lingkungan. Konsep ‘Livable’ diartikan sebagai kebutuhan terhadap rasa, citra dan pemaknaan terhadap “tempat” berkaitan dengan kualitas lingkungan perkotaannya. Dengan menggunakan metode pendekatan eksploratif-deskriptif, tulisan ini menemukan bahwa untuk menghasilkan kota ekologis yang layak huni, maka rona perkotaan yang berlaku harus dianggap sebagai lingkungan yang dinamis, membentuk satu kesatuan ekosistem ruang perkotaan yang manusiawi serta mempunyai fungsi kompleks dan saling berpengaruh (integral.) Selain itu, konstanta kultural pada lansekap ruang perkotaannya harus menjadi landasan fundamental filosofis penataan ruang kota. Dengan demikian kegiatan penataan ruang perkotaan bersifat socio-spatial process, artinya menciptaan kondisi interaksi yang ideal antara manusia-budaya-lingkungan dengan strategi keruangan untuk menciptakan lingkungan bermukim yang suportif.

Kata kunci: kota ekologis, kota layak huni, dan lingkungan. 

Abstract: Town planning’s ground at this time, just arrange town physical esthetics pattern, which is only giving very limited contribution to the functional-abstract aspect. Integration between the character of urban form dynamics having the character of ecological where, eco-city interpreted as future town vision, its meaning that town considered to be one unity of ecosystem which each other as effort to prevent the ' impact' of period to come. This article aim to understand the comprehend aspect settlement of town planning (livable) through environment vision of town planning approach. Concept ' Livable' interpreted as requirement to feeling and meaning of image to "place" relate to the quality of its urban environment. By using method of explorative-descriptive approach, this article find that to yield competent ecological town dwell, hence urban hue going into effect have to be considered to be dynamic environment, forming one unity of humanity urban spatial ecosystem and also have complex function and having an effect on each other ( integral). Besides, cultural constantans at its urban spatial landscape have to become the basis for philosophical fundamental of settlement urban spatial. Thereby arrangement of urban spatial have the character of socio-spatial process, it’s mean to create the condition of ideal interaction between human-culture-environment with urban spatial strategy to create support environment live.

Keywords: eco-city, livable city, and environment.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Sep 30, 2012, 5:46 PM
Comments