Pemutahiran Peta Agroklimat (A.S. As-Syakur)

PEMUTAKHIRAN PETA AGROKLIMAT KLASIFIKASI OLDEMAN
DI PULAU LOMBOK DENGAN APLIKASI
SISTEM INFORMASI GEOGRAFI

UPDATING AGROCLIMATE MAP BASED ON OLDEMAN
CLASSIFICATION AT LOMBOK ISLAND USING
GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM


A.R. As-syakur1), I W. Nuarsa2), dan I N. Sunarta3)
1) Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH), Universitas Udayana, Bali
2,3) Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Udayana, Bali
Email: 1)ar.assyakur@pplh.unud.ac.id; 2)nuarsa@ymail.com


dikirim 10 Juli 2010, diterima setelah perbaikan 3 Maret 2011

Abstrak: Tulisan ini menguraikan tentang pemutakhiran peta agroklimat klasifikasi Oldeman di Pulau Lombok berdasarkan data-data curah hujan terbaru. Metode yang digunakan adalah interpolasi atau ektrapolasi yang selanjutnya dilakukan proses overlay dengan aplikasi Sistem Informasi Geografi (SIG). Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan luas untuk zona-zona dengan tipe C3 sebesar 575.2% dan tipe E4 sebesar 4.4% sedangkan penurunan luas terjadi pada zona-zona dengan tipe D3 sebesar 59.2% dan tipe D4 sebesar 24.6% selain itu ditemukan juga tiga tipe baru yaitu tipe B1, tipe B2 dan Tipe C2. Tipe iklim D3, C3 dan D4 merupakan tipe iklim dominan di Pulau lombok dengan presentase masing-masing 22.6, 21.2 dan 20.6 dari luas Pulau Lombok. Tipe E4, C2 dan B2 masing-masing mempunyai persentase 14.7, 12.0 dan 7.0, sedangkan tipe B1, presentase luasnya adalah 1.9%.Bertambahnya jumlah pos penakar hujan merupakan faktor utama berubahnya zona-zona iklim klasifikasi Oldeman di Pulau Lombok. Sedangkan Fenomena El Nino tidak terlalu mempengaruhi perubahan bentuk sebaran spasial zona iklim Oldeman di Pulau Lombok. Akan tetapi fenomena El Nino hanya mempengaruhi pola iklim di Pulau Lombok khususnya panjang pendeknya musim kemarau. Aplikasi SIG dapat mepermudah dalam penginterpolasian titik, Akan tetapi kelemahan peta isohyet yang dihasilkan oleh SIG tidak memperhitungkan faktor-faktor lain penyebab hujan selain faktor yang dimasukkan sebagai input data. 

Kata kunci: hujan, klasifikasii iklim Oldeman, Sistem Informasi Geografi, dan Pulau Lombok.


Abstract: This writing describe about the updating the agroclimate map of the Oldemans classification at Lombok Island based on the newest climate data. Method that is used was the interpolation or extrapolation which was next done by overlay process with GIS Aplications. The experimental result showed that there were raised areas for zones with C3 type as much 575.2 % and E4 type as much 4.4 %. On the other land decreased areas happend on the zone with D3 type as much 59.2 % and D4 type as much 24.6 %. Besides that, there are three new types founded, which are: B1, B2 and C2 types. D3, C3 and D4 climate types are the dominant climate types at Lombok island, with each prosentages of 27.6, 21.2 and 20.6 from Lombok island area. E4, C2 and B2 type each has prosentages of 14.7, 12.0 and 7.0, in which B1 type as much 1.9 percent. Increasing the number of rain gauge is the main factor changing climate zones of the Oldeman classification at Lombok Island. Meanwhile, El Nino phenomenon is only slightly affects to the spatial distribution of climate zones on Lombok Island, but the El Nino phenomenon only affect on the climate patterns especially on longer or short of the dry season.The application of Geographical Information System (GIS) can make interpolated dots become more easier, but the weakness of isohyet map which produced by GIS, did not count on other factors that cause rain beside the factors that enter as a data input.

Keywords: rainfall, Oldeman climate classification, Geographical Information System, and Lombok Island.

Comments