27days since
Seminar PMLI X, 2014

Seminar Proceeding

Annual Seminar Proceeding

Pemetaan Kawasan Kumuh Kota (Suning)

PEMETAAN KAWASAN KUMUH KOTA MADIUN
BERDASARKAN KETERSEDIAAN INFRASTRUKTUR LINGKUNGAN

SLUM CITY AREA MAPPING MADIUN
ENVIRONMENTAL INFRASTRUCTURE BASED ON AVAILABILITY


Suning
Program Studi Teknik Lingkungan Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya
Jalan Dukuh Menanggal, Surabaya
Email: sun_ brilly@yahoo.com

Abstrak: Penduduk Indonesia yang bermukim diperkotaan telah mencapai 112 juta jiwa. Hampir seperempat dari penduduk perkotaan tersebut (23,1%), atau sekitar 25 juta jiwa, hidup di kawasan permukiman kumuh. Ini artinya hampir 10% dari total penduduk Indonesia masih memerlukan perhatian yang serius dalam pembangunan perkotaan, khususnya perumahan dan permukiman perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kawasan kumuh berdasarkan ketersediaan infrastruktur lingkungan. Hasil penelitian ini diharapkan ada kontribusi secara langsung terhadap perbaikan lingkungan masyarakat Kota Madiun yang berada di kawasan kumuh, dan bahan masukan bagi Pemerintah Kota dalam kebijakannya terhadap permukiman. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif berdasarkan fenomenologi di lapangan serta menggunakan analisa overlay guna memetakan kondisi kawasan kumuh. Faktor kriteria yang digunakan adalah kondisi permukiman penduduk, kondisi jalan lingkungan dan sanitasi dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas wilayah Kota Madiun 33,23 Km2, menunjukkan kawasan yang tergolong kumuh sedang sebesar 11,87 Km2, kumuh ringan 9,15 Km2 dan kawasan tidak kumuh 12,21 Km2. Hasil pemetaan tersebut kemudian dibuat suatu strategi kebijakan dalam menangani kawasan kumuh, dan kebijakan tersebut harus bersifat integral mulai dari masyarakat sampai pada pemerintah kota. Oleh karena itu penelitian ini penting dilakukan guna mengetahui seberapa besar masyarakat Kota Madiun masih berada di kawasan kumuh sehingga kebijakan pemerintah diharapkan dapat mengurangi penduduk yang bermukim di kawasan kumuh.

Kata kunci: Infrastruktur lingkungan, penduduk, pemetaan, dan permukiman kumuh.

Abstract: Indonesian’s population living in urban areas has reached 112 million inhabitants. Almost a quarter of the urban population (23.1%), or about 25 million people are live in slum areas. This means that almost 10% of the total population of Indonesia still needs serious attention in urban development, especially housing and urban settlements. This research is indeed to map the area of ​​slums on the availability of environmental infrastructure. The results of this research is expected to contribute directly towards environmental improvements Madiun community residing in the slum area, and an input for the Government in its policy toward the settlements. This research uses descriptive analysis based on phenomenology in the field and using overlay analysis to map the slum conditions. Factor criteria used is the condition of settlements, road conditions and basic sanitation environment. The results showed that the total area of ​​33.23 km2 Madiun showed a relatively rundown area was 11,87 km2, light slums 9,15 km2 and not slum area 12,21 km2. Mapping results are then created a policy strategy in dealing with slums, and that policy must be integral starting from the public until the city government. Therefore, research is important in order to find out how much the people of Madison were still in the slums so that government policy is expected to reduce the population living in slums.

Keywords: infrastructure environment, population, mapping, and slums.

Č
Ċ
Lingkungan Tropis,
Sep 27, 2012, 3:56 AM
Comments