Pemanfaatan Limbah (Suci Iryanda)

PEMANFAATAN LIMBAH POHON BAMBU
DI KAMPUS TERPADU UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA 
SEBAGAI BRIKET BIOARANG

UTILIZATION OF BAMBOO WASTE INTEGRATED CAMPUS OF ISLAMIC UNIVERSITY OF INDONESIA AS BRIQUATTE

Suci Iryanda1), Kasam2) , dan Hijrah Purnama Putra3)
Program Studi Teknik Lingkungan
Universitas Islam Indonesia
Jalan Kaliurang, Yogyakarta
Email: 1)ci.suci@gmail.com; 2)namadua@xxx.com

Diterima Agustus2014, diterima setelah perbaikan Januari 2015
Disetujui untuk diterbitkan Februari 2015

Abstrak: Bambu merupakan salah satu tanaman yang banyak tumbuh dan tersebar luas di Indonesia. Hampir 80% bambu di Pulau Jawa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, sedangkan 20% lagi dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan keperluan lainnya seperti alat dapur dan kerajinan. Proses pemanfaatan bambu akan menghasilkan limbah berupa ranting dan daun. Selama ini limbah tersebut hanya dibuang kemudian membusuk, ataupun dibakar. Sebenarnya limbah bambu berupa ranting dan daun ini termasuk kedalam kategori biomassa yang dapat dimanfaatkan, salah satunya menjadi briket bioarang. Penelitian ini memanfaatkan limbah ini untuk menghasilkan briket berkualitas dengan variasi tekanan kempa dalam proses pencetakan briket. Penelitian ini diawali dengan proses pirolisis selama 5 jam dengan suhu mencapai 500oC. Proses ini menghasilkan arang, kemudian dicampur dengan tepung tapioka menggunakan perbandingan air dan tepung sebanyak 2:1. Pencetakan briket dilakukan dengan variasi tekanan kempa 50 kg/cm2; 100 kg/cm2; 150 kg/cm2; 200 kg/cm2. Hasil penelitian diperoleh briket dengan kadar air sebesar 6,11-7,61%, kadar zat mudah menguap 13,92-14,51 %, kadar abu 45,07-45,63%, kadar karbon terikat 33,38-33,73%, nilai kalor 4329,46-4497,61 kal/gr, ketahanan briket 99.98-99.99%, self burning time selama 22’24’’ hingga 38’32” dan burning time selama 2.28’ hingga 4.02’. 

Kata kunci: limbah bambu, briket bioarang, variasi tekanan kempa, dan nilai kalor.


Abstract: Bamboo is one of the plants that grow and is widespread in Indonesia. Almost about 80% bamboo in Java used as building materials, while 20% used as materials for other purposes such as the manufacture of kitchenware, and crafts. The process of utilization of bamboo will produce waste in the form of twigs and leaves. So far, only the bamboo waste later dumped to rot, or burned. Though bamboo waste form twigs and leaves is included into the category of biomass that can be used, one of which into is charcoal briquettes. This research utilizes this waste to produce quality briquettes by pressure variations in the printing process briquettes. This research started with the process of pyrolysis for 5 hours with the temperatures about 500oC. This process produces charcoal, and then mixed with tapioca using water and flour with ratio 2:1. Molding briquettes made with pressure variation are 50 kg/cm2; 100 kg/cm2; 150 kg/cm2; 200 kg/cm2. The results obtained briquettes about the moisture content 6.11%-7.61%, Volatile matter content of around 13.92-14.51%, ash content of around 45.07-45.63%, the fixed carbon content of around 33.38-33.73%, calorific value of around 4329.46- 4497.61 cal/g, durability briquette 99,980- 99,999%, self burning time around 22'24'' to 38'32 "and burning time around 2:28 'to 4:02'. 

Keywords: bamboo waste, charcoal briquette, pressure variation, and calorific value.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Sep 24, 2015, 9:48 PM
Comments