Optimasi Jumlah Karamba (Yudit Tia Lestari)

OPTIMASI JUMLAH KERAMBA JARING APUNG PADA BUDIDAYA IKAN DI WADUK SAGULING DENGAN 
PROGRAM DINAMIK 

OPTIMATION OF CAGE FISH FARMING ON AQUACULTURE
IN SAGULING RESERVOIR WITH DYNAMIC PROGRAMMING 

Yudit Tia Lestari1 dan Priana Sudjono2
1Program Magister Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha 10, Bandung, 40132, e-mail :  Yudit_tia@yahoo.com
2Departemen Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10, Bandung, 40132

Abstrak : Kualitas air Waduk Saguling sangat dipengaruhi oleh kualitas air DAS Citarum dan anak-anak sungainya. Keberadaan Waduk Saguling telah dimanfaatkan oleh penduduk sekitar waduk sebagai lokasi perikanan dengan sistem Keramba Jaring Apung (KJA).  Penelitian ini dilakukan di Desa Bongas, Kecamatan Cililin tempat bermuaranya sub DAS Ciminyak dan sub DAS Cibitung yang juga merupakan pusat kegiatan perikanan dengan sistem KJA.. Pendekatan masalah yang digunakan adalah pendekatan secara kualitatif terhadap parameter fosfor(P). Permasalahan yang sering terjadi pada kegiatan perikanan adalah terjadinya kematian massal ikan akibat pengkayaan bahan organik yang terlihat dari tingginya konsentrasi P. Tingginya konsentrasi P tersebut disebabkan olehtotal P yang masuk dari kegiatan KJA (overfeeding), perkebunan dan pertanian di sepanjang sub DAS Ciminyak dan sub DAS Cibitung. Untuk mempertahankan mutu lingkungan perairan, di dalam penelitian ini digunakan perhitungan dengan program dinamik untuk mengetahui jumlah optimum KJA yang dapat beroperasi dengan membatasi kontribusi P dari kegiatan perkebunan dan pertanian. Total luasan lokasi penelitian adalah 251,1 ha dengan jumlah unit KJA yang beroperasi 250 unit (1000 KJA), total luasan perkebunan dan pertanian di sepanjang sub DAS Ciminyak dan sub DAS Cibitung masing-masing 152,0886 Ha dan 224,1375 Ha. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh data kontribusi P dari kegiatan KJA, perkebunan dan pertanian masing-masing 3,572.106 mg/l; 40,552.106 mg/l; dan 6,014.106 mg/l.  Sedangkan model keuntungan (Rp/thn) dari kegiatan KJA, perkebunan dan pertanian masing-masing 213X1; 92X2; dan 54X3, dimana X merupakan total P per tahun dari masing-masing kegiatan.  Total limpasan fosfor yang dapat masuk kedalam perairan lokasi penelitian adalah ≤ 47,226.106 mg/l. Hasil simulasi dengan program dinamik dengan mempertimbangkan keuntungan paling optimum diperoleh efesiensi total P dari kegiatan KJA, perkebunan dan pertanian masing-masing sebesar 47,1%, 0,0% dan 92,5%.  Dari hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa jumlah optimum KJA yang dapat beroperasi dilokasi penelitian adalah sebesar 529 KJA.

Kata kunci : optimasi, program dinamik, KJA, Waduk Saguling

Abstract: The water quality of Saguling reservoir is very effected by water quality of watershed and its sub watershed. Saguling reservoir had been used by the community as aquaculture with cage fish farming system.  This research has been done in Bongas Village, Cililin where is the Ciminyak and Cibitung sub watershed meet.  The problem approach that used in this research is qualitative approacing on phosphorus (P) parameter. The main problem on aquaculture is enourmous death of fish that caused by eutrofication  indicated by  highly concentration of P.  This situation caused by total P intake from cage fish farming (overfeeding) and agriculture activities (farming and plantation) in Ciminyak and Cibitung sub watershed. This research used dynamic programming to find out the optimum number of cage fish farming by limiting total P from aquaculture and agriculture activities to maintain water quality of Saguling reservoir. Total area in this research is 251,1 acre with the number of cage fish farming operated are 250 unit (1000 cage fish farming).  Total area of  farming and plantation in Ciminyak and Cibitung sub watershed are 152,0886 acre and 224,1375 acre.  The research showed that total P contribution from cage fish farming, farming and plantation activities are 3,572.106 mg/l; 40,552.106 mg/l; and 6,014.106 mg/l. Total income (Rp/yr) from cage fish farming, farming and plantation activities are 213X1; 92X2; and 54X3., where Xi is total P contribution from each activities.  Total P that can enter in this research area is ≤ 47,226.106 mg/l. The dynamic programming simulation shows that efeciency of total P from cage fish farming, farming and plantation are 47,1%, 0,0% and 92,5%.  The conclusion of this research is the optimum number of cage fish farming that can operated in research location are 529. 

Keywords : optimation, dynamic programming, cage fish farming, Saguling reservoir

Ċ
Lingkungan Tropis,
Oct 1, 2012, 4:54 PM
Comments