Nilai Ekonomi Kawasan (I Ketut Suja)

NILAI EKONOMI KAWASAN WISATA ALAM DANAU BUYAN-TAMBLINGAN SEBAGI OBJEK WISATA DI BALI 
SUATU KAJIAN EKONOMI LINGKUNGAN 

THE ECONOMIC VALUE OF THE LAKE BUYAN-TAMBLINGAN AREA AS A PLACE OF INTERST BALI 
AN ENVIROMENTAL ECONOMIC STUDY

I Ketut Suja1), Made Antara2), dan I Nyoman Sunarta3)
1,2,3) Program Magister Ilmu Lingkungan, Universitas Udayana
Jalan P.B. Sudirman, Denpasar


Abstrak: Penelitian ini dilakukan pada kawasan wisata alam Danau Buyan_Tamblingan, Kec. Sukasada Kabupaten Buleleng Propinsi Bali, pada bulan Januari - Mei 2007 dengan tujuan penelitian adalah 1) Menghitung nilai ekonomi dan nilai ekonomi total pada kawasan wisata Danau Buyan-Tamblingan sebagi objek wisata di Kabupaten Buleleng.2) Untuk mengetahui upaya-upaya konservasi yang dilakukan disekitar objek kawasan wisata Danau Buyan-Tamblingan. Sepanjang pengetahuan penulis, penelitian tentang kawasan wisata alam Danau Buyan-Tamblingan sebagi objek wisata yang dikaji dari aspek ekonomi lingkungan belum pernah dilakukan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan biaya perjalanan pergi pulang dalam mengukur nilai penggunaan langsung, metode valuasi kontingen dengan menanyakan kesediaan untuk membayar WTP (willingness to pay ) digunakan mengukur nilai tanpa penggunaan dan metode deskriptif kualitatif untuk mengkaji upaya pengelolaan kawasan wisata alam Danau Buyan-Tamblingan.Teknik pengamblian sampel dilakukan secara accidental dan purposive serta ukuran sampel yang digunakan sebanyak 100. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan rata-rata total biaya perjalanan, nilai penggunaan langsung UV (use value) diperoleh sebesar Rp 4.867.469.550. Berdasarkan rata-rata jumlah nominal kesediaan untuk membayar setahun diperoleh nilai tanpa penggunaan NUV (non use value) sebesar Rp 5.368.317.000. Sedangkan nilai ekonomi total TEV (total economic value) diperoleh sebesar Rp. 10.535.787.050. Yang merupakan akumulasi dari nilai penggunaan langsung dan nilai tanpa penggunaan. Upaya pengelolaan kawasan wisata alam Danau Buyan-Tamblingan sebagai objek wisata, telah dilakukan secara terpadu antara pihak Pemerintah, Swasta (pengusaha pariwisata) dan Masyarakat lokal (desa adat). Dalam pengelolaan kawasan wisata alam perlu ditingkatkan lagi sehingga alam yang lestari bisa untuk menuju pembangunan yang berkelanjutan (sustainable divelopment).

Kata kunci: nilai ekonomi, nilai ekonomi total, biaya perjalanan, kesediaan untuk membayar, dan upaya pengelolaan.


Abstract: Research was conducted at Buyan-Tamblingan lake natural tourism area in Sukasada sub-district, Buleleng regency, Bali, from January to May 2007. Objective of this research are: 1) To account economic value and the total economic value of Buyan-Tamblingan lake natural tourism area as a tourist object in Buleleng regency; 2) To find out of conservation efforts conducted by government and public around Buyan-Tamblingan lake area. The research use traveling cost (TC) approach to estimate of economic value (UV), willingness to pay (WTP) to measure of non use value, and descriptive-qualitatif method to analyze of Buyan-Tamblingan lake area Management,. Accidental and purposive sampling method used. The Research showed that mean of traveling cost is Rp 4.867.469. The mean of nominal willingness to pay per visit per year or non use value is Rp. 5.368.317.000. The sum of use value (UV) and non use value (NUV) said total economic value (TEV) is Rp. 10.535.787.050. The approach to manage Buyan-Tamblingan Lake properly as a place of interest, have been conducted between Governmental. Private sector tourism entrepreneurs and local customary village. The management of tourism area needs to be improved so that the area will still be in good condition to achieve sustainable development.

Keywords: Economic Value, Total Economic Value, Travel Cost, Willingness to Pay, and Management Effort.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Apr 9, 2012, 6:01 AM
Comments