Lingkungan Tropis Edisi Khusus 2007

Pengolahan air gambut melalui proses hibrid

adsorpsi-ultrafiltrasi menggunakan

tanah lempung gambut sebagai adsorben

 

PEAT WATER TREATMENT BY HIBRID – ULTRAFILTRATION PROCESS USING PEAT CLAY AS 

ADSORBENT

 

 

Mahmud1), Badaruddin Mu’min2), dan Suprihanto Notodarmodjo3)
1,2)Teknik Lingkungan, Universitas Lambung Mangkurat, Jl. Unlam III Banjarbaru 70714
3)Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 40132
Email: mahmudratu@yahoo.com; suprihantonotodarmojo@yahoo.com
 
 

Abstrak: Air gambut merupakan salah satu air permukaan dengan warna dan zat organik yang tinggi. Pengolahan air gambut menjadi air minum secara konvensional menggunakan koagulan tawas telah dilakukan, tapi belum memberikan hasil yang memuaskan. Sekarang ini teknologi membran telah banyak digunakan di negara-negara maju. Pengolahan air gambut menggunakan membran ultrafiltrasi dengan pretreatmen koagulan polyaluminium chloride (PACl) dan adsorben powdered activated carbon (PAC) dalam skala laboratorium telah dilakukan, hasilnya dapat meningkatkan kinerja membran terutama tingkat penyisihan warna dan mengurangi fouling. Tanah lempung gambut ternyata dapat digunakan sebagai pretreatmen dalam proses filtrasi membran, karena memiliki kemampuan sebagai adsorben dan koagulan bantu. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan tanah lempung gambut sebagai adsorben dalam proses hibrid adsorpsi+crossflow ultrafiltrasi pada pengolahan air gambut menjadi air minum. Proses pembuatan membran menggunakan metode inversi fasa, analisa warna air gambut menggunakan metode spectrophotometry, analisa organik dengan metode titrasi permanganometri. Hasil penelitian yang diperoleh, untuk menyisihkan warna dan zat organik air gambut agar memenuhi syarat kualitas air golongan A yaitu warna ≤ 15 PtCo dan organik ≤ 10 mg/L.KMnO4 diperlukan dosis tanah lempung gambut sebesar 6200 mg/L. Membran ultrafiltrasi selulosa asetat yang terbaik diperoleh dengan komposisi 11% selulosa asetat, 30% dimetilformamida dan 59% aseton, dengan nilai permeabilitas hidraulik 12.559 L/m2.jam.bar. Pengolahan air gambut menjadi air minum menggunakan proses hibrid pretreatmen tanah lempung gambut+membran ultrafiltrasi diperoleh kondisi optimal dengan dosis 5400 mg/L tanah lempung gambut dan tekanan operasi 4 bar. Kualitas air yang dihasilkan warna 14.81 PtCo (penyisihan 97.05%)dan organik 9.58 mg/L.KMnO4 (98.09%) dengan fluks  45.08 L/m2.jam. Penurunan fluks terhadap waktu pada proses hibrid tanah lempung gambut-ultrafiltrasi lebih lambat dibanding proses hibrid menggunakan pretreatmen kaogulan PACl maupun adsorben PAC. Hal tersebut karena tanah lempung gambut memiliki kemampuan untuk mengadsorp molekul-molekul dengan berat kecil yang terdapat dalam air gambut, sehingga dapat mencegah atau mengurangi masuknya molekul-molekul tersebut ke dalam pori membran.

Kata kunci: lempung gambut, adsorpsi, crossflow, ultrafiltrasi, dan fouling.

 

 

 

 

 

Comments