Lingkungan Tropis Edisi Khusus 2007

PENELITIAN PELAYANAN SISTEM SANITASI

DI LINGKUNGAN REAL ESTATE

 

 

Susi Agustina Wilujeng1), Joni Hermana2), dan Ervin Nurhayati3)
Jurusan Teknik Lingkungan, FTSP, ITS
Kampus Sukolilo – Surabaya
Email: 1)wilujeng@enviro.its.ac.id; 2)hermana@its.ac.id; 3)ervinnur@gmail.com
 

 

Abstrak: Pembangunan real estate akan memberikan konsekuensi peningkatan beban lingkungan sehingga diperlukan pengelolaan untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan. Studi ini dilakukan untuk mengkaji pengelolaan lingkungan sanitasi real estate di Kota Surabaya dan sekitarnya yang meliputi pengelolaan sampah, drainase dan air buangan. Dikaji pula perubahan fungsi yang terjadi. Penelitian dilakukan pada delapan real estate di Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Gresik yang memiliki luas antara 8 – 25 Ha dan rata-rata dibangun sekitar tahun 1990. Survey dilakukan dengan memetakan real estate dan mendata perubahan fungsinya. Dilakukan pendataan keberadaan Tempat Penampungan Sampah (TPS), fasilitas pembuangan/penampungan black water serta keadaan saluran drainase. Berdasarkan data survey diketahui pengelolaan lingkungan di real estate 87,5% dilakukan oleh warga, dan 12,5% oleh pengembang. Hanya 12,5% real estate yang memiliki TPS di dalam areanya, dan 62,5% tidak memiliki. Adapun 25% lainnya mengandalkan TPS yang berlokasi di luar area.  Selanjutnya didapatkan hanya 25% yang melengkapi tangki septik mereka dengan resapan. Masalah genangan selama satu jam ketika hujan terjadi di hampir semua wilayah real estate (87,5%). Perubahan fungsi rumah dalam real estate menjadi tempat usaha hanya 6,63%. Dari hasil studi disimpulkan bahwa peran pengembang dalam menciptakan kondisi lingkungan yang memenuhi syarat belum maksimal sehingga diperlukan peningkatan dengan cara membuat pedoman penyediaan prasarana dan sarana sanitasi. 

Kata kunci: real estate, sanitasi, sampah, drainase, and air buangan. 

 

 


Comments