Lingkungan Tropis Edisi Khusus 2007

PENGARUH EMISI CO2 DARI SEKTOR PERUMAHAN PERKOTAAN

TERHADAP KUALITAS LINGKUNGAN GLOBAL

 

THE EFFECT OF CO2 EMITTED FROM URBAN HOUSING SECTOR

AGAINST QUALITY OF GLOBAL ENVIRONMENT

 

 

Siti Zubaidah Kurdi
Pusat Litbang Permukiman - Badan Litbang PU - Departemen PU
Jl. Panyaungan Cileunyi Wetan, Kab. Bandung 40393, PO Box 812 Bandung 40008
Email: zkurdi@bdg.centrin.net.id
 

 

Abstrak: Para pakar iklim mensinyalir bahwa pemanasan global yang selanjutnya berakibat pada ketidak-pastian perubahan iklim, disebabkan oleh meningkatnya kadar CO2, CFCs, CH4 dan gas-gas lainnya di atmosfir yang tergabung sebagai GRK. Kadar CO2 di udara dalam jumlah normal sangat bermanfaat untuk melindungi kehidupan di bumi, tetapi dalam jumlah yang berlebihan menjadi sangat berbahaya. Di Indonesia emisi CO2 terbesar berasal dari pembangkit listrik sementara transportasi menyerap hampir 50% dari pasokan BBM. Penyediaan kebutuhan perumahan dan permukiman perkotaan memerlukan energi yang tidak sedikit dan berarti memberikan kontribusi emisi CO2 cukup besar. Makalah ini menjelaskan jumlah emisi CO2 yang ditimbulkan oleh pembangunan suatu lingkungan perumahan di perkotaan. Tujuan penelitian ini  adalah membuat alternatif perencanaan dan perancangan perumahan perkotaan rendah emisi CO2. Pendekatan secara eksploratif dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penentu emisi CO2. Pengumpulan data yang dilakukan di 13 lingkungan perumahan yang ada di 7 kota dimaksudkan untuk mengetahui kontribusi emisi CO2 dari sektor perumahan perkotaan. Hasil analisis menunjukan bahwa emisi CO2 terbesar berasal dari kegiatan domestik dilanjutkan dengan penggunaan bahan bakar untuk transportasi dan bahan bangunan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perencanaan dan perancangan lingkungan perumahan perlu memperhitungkan jarak tempuh terhadap sarana di dalam lingkungan dan di luar lingkungan. Menghemat penggunakan bahan bangunan atau menggunakan bahan bangunan yang proses pembuatannya nya memerlukan sedikit energi juga merupakan faktor yang dapat mengurangi timbulan emisi CO2. 

Kata kunci: emisi CO2, pemanasan global, perkotaan, perumahan dan permukiman.

  

Abstract: Climatologists indicate that global warming and uncertain climate change are due to the increase of CO2, CFCs, CH4 and other green house gasses (GHGs) in the atmosphere. The normal content of CO2 in the atmosphere is beneficial to protect human being; however it generates risks when the amount is greater than its ambience. In Indonesia the most emission of CO2 derives from electrical plans followed by transportation that about 50% of total uel supplies. The provision of housing and settlement in urban areas consumes much energy that implies to generate CO2. A research with explorative approach has been carried out to generate alternatives of housing planning and design concerning low CO2 emission by identifying determinant factors of CO2 emission through field observation and resident interviewing in 13 housing areas in 7 cities. Analysis finding reveals that in housing sector the most amount of CO2 emission derives from domestic activities followed by fuel for transportation and energy for preparing building materials. It concludes that planning and design of housing areas should be concerned with distance to facilities in the site and out side the housing areas. Minimizing the building materials or less utilization of high energy process of building materials will reduce CO2 emission. 


Keywords: CO2 emission, global warming, housing, settlement, and urban areas.

 

Comments