Kombinasi Proses Presipitasi dan Adsorpsi (Eka Wardhani)

KOMBINASI PROSES PRESIPITASI DAN ADSORPSI
KARBON AKTIF DALAM PENGOLAHAN AIR LIMBAH
INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT

COMBINATION PROCESS PRECIPITATION 
AND ADSORPTION ACTIVATED CARBON
IN WASTE WATER TREATMENT TANNERY INDUSTRY

Eka Wardhani, Mila Dirgawati, dan Ima Fauzia Alvina
Jurusan Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Nasional Bandung 
Jalan PHH Mustopha, Bandung
Email: ekw_wardhani@yahoo.com 

diterima 30 Mei 2012, diterima setelah perbaikan 6 April 2013
disetujui untuk diterbitkan 6 April 2013

Abstrak: Limbah cair industri penyamakan kulit termasuk ke dalam B3 karena mengandung unsur Krom (Cr) yang berasal dari penambahan senyawa Krom sulfat pada proses tanning (penyamakan).Berdasarkan hal tersebut, diperlukan pengolahan yang efektif untuk menyisihkan parameter pencemaran pada air limbah penyamakan kulit. Penelitian ini menggunakan kombinasi proses presipitasi kimia dan adsorpsi untuk menyisihkan parameter pencemar yang terdapat dalam air limbah industri penyamakan kulit. Sistem yang digunakan pada penelitian ini adalah batch, dengan presipitan yang digunakan yaitu senyawa alkali NaOH dan karbon aktif tempurung kelapa sebagai adsorben. Berdasarkanhasil penelitian kombinasi proses presipitasi kimia dan adsoprsi karbon aktif efektif menyisihkan parameter pencemar pada air limbah industri penyamakan kulit dengan efisiensi penyisihan yaitu 97,98 % untuk TSS, 97,35% untuk BOD5, 98,03% untuk COD, 99,67% untuk Krom total (Cr). Efisiensi penyisihan tersebut diperoleh setelah air limbah industri penyamakan kulit tersebut diolah dengan menggunakan proses presipitasi kimia dengan menggunakan presipitan alkali NaOH pada pH optimum 9 serta proses adsorpi karbon aktif dengan jenis adsorben yang dipergunakan adalah tempurung kelapa seberat 0,5 gram dengan waktu kontak 5,5 jam. Konsentrasi akhir pencemar utama yaitu TSS sebesar132 mg/L, BOD5 sebesar 12,6 mg/L, COD sebesar 16 mg/Ldan Krom total sebesar 0,08 mg/L telah memenuhi Baku Mutu Limbah Cair yang disyaratkan sehingga air limbah aman untuk dibuang ke badan air penerima.

Kata kunci: Sukaregang Garut, penyamakan kulit, presipitasi, dan adsorpsi.


Abstract: Tannery wastewater can be including in the hazardous and toxic waste because it contains Chromium (Cr) derived from addition of Chromium sulfate in tanning process. Based on that, effectively process is necessery to remove pollutant parameter in tannery wastewater. In this study use a combination of chemical precipitation and adsorption for remove pollutant parameter in tannery wastewater. The system used is batch system, with presipitant alkaline NaOH and coconut shell actived carbon as adsorban. Based on the results of the research process, combination of chemical precipitation and activated carbon adsorption effective to remove pollutant parameter in tannery wastewater with efficiency removal are 97,98 % for TSS, 97,35% for BOD5, 98,03% for COD, 99,67% for Krom total (Cr).Efficiency removal was obtained after tannery wastewater is process using chemical precipitation process use NaOH at pH 9 and activated carbon with the type of adsorbent used is a coconut shell that weight 0,5 grams with contact time of 5,5 hours. Final concentration of main pollutants TSS is 132 mg/L, BOD5 is12,6 mg/L, COD is 16 mg/L and total Chromium is 0,08 mg/L have met Liquid Waste Quality Standard as required so that waste water is safe to be discharge into river. 

Keywords: Sukaregang Garut, tannery industry, presipitation, and adsorption.

Ċ
Lingkungan Tropis,
May 3, 2013, 3:15 AM
Comments