Klasifikasi Kota Terpolusi (Lilik Slamet)

KLASIFIKASI KOTA TERPOLUSI DI INDONESIA
BERDASARKAN EMISI SO2 DAN CO 

CLASSIFICATION OF THE POLUTED CITY IN INDONESIA
WAS BASED ON EMISSIONS SO2 AND CO 

Lilik Slamet S.
Pusat Sains Dan Teknologi Atmsofer – LAPAN
Jalan Djunjunan Bandung
Email: lilik_lapan@yahoo.com


Abstrak: Telah dilakukan klasifikasi emisi SO2 (sulfur oksida) dan CO (karbon monooksida) terhadap 31 ibukota provinsi dari 34 provinsi di Indonesia. Metode klasifikasi yang digunakan adalah metode statistik clustering. Metode clustering yang dipergunakan pada penelitian ini adalah nearest neighbour analysis. Data yang dipergunakan adalah emisi SO2 dan CO dari kendaraan bermotor. Hasil dari analisis cluster ini adalah bahwa dari 31 ibukota provinsi di Indonesia dapat diklasifikasikan menjadi 13 kelompok kelas emisi polutan SO2 dan CO yang memiliki kemiripan. Berdasarkan analisis cluster ini maka peringkat tiga terbesar beban emisi SO2 dan CO adalah sebagai berikut : Medan, Denpasar, Bandung termasuk dalam kelas klasifikasi yang sama yaitu beban emisi SO2 dan CO yang tergolong kelas 2 (sedang). Sementara Semarang, Surabaya, dan Jakarta termasuk dalam kelas klasifikasi yang sama yaitu tergolong kelas 1 (tinggi). Pekanbaru, Yogyakarta, dan Samarinda termasuk dalam kelas klasifikasi yang sama yaitu kelas 3 (rendah). Hasil analisis cluster ini selanjutnya dapat digunakan untuk pedoman pengelolaan kualitas udara pada ibukota provinsi dalam kelompok yang sama. Ibukota provinsi yang termasuk dalam kelas klasifikasi yang sama harus dilihat dulu topografi kotanya. Bentuk dan jenis topografi adalah salah satu faktor pengendali iklim. Kota dengan topografi dan tipe iklim yang sama akan memiliki kemiripan pada unsur meteorologi sehingga pengelolaan peningkatan kualitas udaranya relatif sama pula. 

Kata kunci: klasifikasi, cluster, SO2, dan CO.


Abstract: It was carried out by classification of emissions SO2 (sulphur dioxide) and CO (carbon monooxide) against 31 capitals of the province from 34 provinces in Indonesia. The classification method that was used was the statistical method clustering. The method clustering that was utilised in this research was nearest neighbour analysis. The data that was utilised was emissions SO2 and CO from motor vehicles. Results of the analysis cluster this was that from 31 capitals of the province in Indonesia could be classified to 13 groups of the class of pollutant emissions SO2 and CO. According the analysis cluster this then the level three biggest the burden of emissions SO2 and CO was as follows: Medan, Denpasar, Bandung including in the classification class that was same that is the burden of emissions SO2 and CO that was classified as the class second (medium). Now Semarang, Surabaya, and Jakarta including in the classification class that was same that is classified as the first class  (high). Pekanbaru, Yogyakarta, and Samarinda including in the classification class that was same that is the third class  (low). Results of the analysis cluster this the next one could be used for the quality management of air. The capital of the province that including in the same classification class must be seen first by the topography of city. The form and the topographic kind were one of the manager's factors of the climate. The city with the topography and the type of the same climate will have the resemblance to the element of meteorology so as the increase management in the quality of his air was relatively equally also.

Keywords: classification, cluster, SO2, and CO. 

Ċ
Lingkungan Tropis,
Sep 27, 2014, 8:21 PM
Comments