27days until
Seminar PMLI X, 2014

Seminar Proceeding

Annual Seminar Proceeding

Kerangka Konseptual Pemulihan Pemukiman Berkelanjutan (Nelson Siahaan)

KERANGKA KONSEPTUAL PEMULIHAN
PEMUKIMAN BERKELANJUTAN PASCA BENCANA ALAM

A CONCEPTUAL FRAMEWORK FOR SUSTAINABLE SETTLEMENT
IN THE REGION AFFECTED BY NATURAL DISASTER

Nelson Siahaan

Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Universitas Sumatera Utara
Jalan T. Maas, Medan
Email: siahaannelson@yahoo.com

dikirim 15 Juli 2010, diterima setelah perbaikan 2 Maret 2011

Abstrak: Bencana alam menyebabkan tantangan cukup besar bagi masyarakat di daerah bencana. Di dalam berbagai peristiwa, berbagai bencana ini telah menghasilkan dampak ekonomi jangka panjang, seperti pertumbuhan yang melambat, kredit macet yang tinggi secara regional dan merusak kesempatan pemerataan pendapatan. Karena itu, bencana alam dapat didefinisikan sebagai peristiwa yang terjadi sewaktu-waktu yang disebabkan oleh gangguan alam yang merusak kemampuan tanggap lokal dan secara serius mempengaruhi pembangunan ekonomi dan sosial daerah bencana. Tahapan rekonstruksi memberikan kesempatan besar bagi organisasi lokal untuk membantu proses pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan pasca-bencana. Banyak yang percaya proses pembangunan pemukiman kembali memiliki keuntungan ganda bagi masyarakat setempat termasuk pengurangan biaya-biayadan peningkatan efektifitas dari pemulihan dan kebijakan-kebijakan. Fokus dari tindakan pemulihan membutuhkan “local redevelopment planning” termasuk upaya-upaya untuk mempengaruhi kecepatan, lokasi, tipe, kepadatan, disain, dan biaya dari redevelopment pemukiman. Bila masyarakat setempat dapat secara efektif melaksanakan skema-skema redevelopment, maka skema-skema akan menghasilkan resolusi cukup signifikan untuk mewujudkan keadilan dalam pembangunan, sambil mendapatkan dukungan baik individu maupun lembaga yang paling terkena dampak program-program redevelopment. Tulisan ini memaparkan kerangka kerja konseptual yang akan membantu ketika konflik antara pertumbuhan ekonomi dan kualitas lingkungan yang harus dipertimbangkan pada saat program pemulihan pemukiman diimplementasikan pada daerah-daerah terkena bencana alam.


Kata kunci: bencana, pemulihan, pembangunan kembali, dan berkelanjutan.

Abstract: The aftermath of a natural disaster causes a huge trial to local people in the affected area. In many instances, disasters have resulted in longer-term economic consequences, such as slower growth, higher indebtedness and higher regional and income in equality. From this perspective, it is clear natural disasters can be defined as temporary events triggered by natural hazards that devastate local response capacity and seriously affect the social and economic development of the affected area. The recovery period offers an opportunity to achieve sustainable outcomes in term of economic, social and environment long after the disaster. Many believe that settlement redevelopment process have multiple benefits for local people including reducing the costs and increasing the effectiveness of recovery and policies. The focus of the renewal actions necessitate local redevelopment planning which includes local efforts to influence the pace, location, type, density, design, and cost of housing redevelopment. If local communities can effectively carry out the recovery development initiatives, then it has received a significant resolution to the problem of realizing sustainable housing outcomes, while assuring participation by those individuals and institutions most affected by there development programs. This paper is to illustrate a conceptual framework that would assist when conflicts between economic growth and environmental quality objectives should be taken into account when housing recovery development is implemented in the regions affected by natural disaster.

 

Keywords: disaster, recovery, redevelopment, and sustainable.

Comments