Keanekaragaman Hayati Flora (Achmadi Susilo)

KERAGAMAN HAYATI FLORA PADA RUANG TERBUKA HIJAU
(RTH) KOTA DAN PERANNYA DALAM MENGELIMINIR
PENCEMARAN UDARA
 
FLORA BIODIVERSITY ON THE GREEN OPEN SPACES
AND ITS ROLE IN ELIMINATING OF AN AIR POLLUTION



Achmadi Susilo
Fakultas Pertanian UniversitasWijaya Kusuma Surabaya
Jalan Dukuh Kupang, Surabaya
Email: achmadi_psl@yahoo.com
 

Abstrak: Penelitian bertujuan untuk (a) mengidentifikasi keanekaragaman hayati flora pada RTH di Kota Surabaya berdasarkan habitusnya serta kemampuan dalam menyerap polutan, dan (b) Mengetahui keragaan (existing condition) keanekaragaman hayati flora pada RTH kota Surabaya berdasarkan analisis dan identifikasi data lapangan serta pencapaian target RTH di Kota Surabaya. Pendekatan metodologi penelitian dilakukan dengan cara: (a) survey dan pendataan keragaman hayati pada RTH melalui data-data yang tersedia di dinas terkait maupun data fisik langsung di lapangan dan (b) melakukan identifikasi dan klasifikasi jenis tanaman berdasar habitus serta fungsinya dalam menyerap polutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman hayati flora pada RTH di kota surabaya cukup tinggi yakni mencapai 90 jenis tanaman, dengan variasi jenis folora cukup tinggi. Keragaman hayati tersebut terdiri atas empat kelompok, yakni: (1) golongan semak sebanyak 43 jenis, (2) golongan perdu 19 jenis, (3) pohon berkayu 19 jenis , dan (4) kelompok palem dan pinang ada 9 jenis. Hasil identifikasi terhadap keragaman hayati flora pada RTH kota surabaya menunjukkan bahwa hanya beberapa jenis tanaman (mahoni, angsana, tanjung, mangga, glodokan tiang, bougenvil, asem, rumput gajah, sawo kecik, trembesi) diketahui berfungsi mereduksi partikel Pb; semua jenis tanaman pada RTH menyerap CO2 dan jenis semak diketahui mampu mereduksi CO dan NOx. Capaian luas RTH untuk kota Surabaya menunjukkan bahwa pada tahun 2003 luas RTH: 240,89 hektar sedangkan tahun 2008 menjadi 272,44 hektar (naik 84,99 %). 

Kata kunci: keragaman hayati, RTH, dan pencemaran udara.

Abstract: This aims of the research are (1) to identify the biodiversity of flora on the Green Open Spaces (GOS) in the city of Surabaya based on the habitus and the ability to absorb pollutants, and (2) Knowing the existing condition of flora biodiversity on the GOS in the city of Surabaya The approach of methodology has done by: (a) Survey and inventory biodiversity in the green space through data available in the related offices and physical data directly in the field survey and data collection of the biodiversity in GOS through the data that available in the office or in the field, and (b) identification and classification of plants based on the habitus and its function in absorbing pollutants. The result show that the biodiversity of the Surabaya GOS is so high, it reached 90 kinds of plant, it divided into four groups such as: (1) 43 kinds of shrubs, (2) 19 kinds of tree, (3) 19 kinds wood, and (4) 9 kinds of palm. The result of identification show that only several plant likes (mahoni, angsana, tanjung, mangga, glodokan tiang, bougenvil, asem, rumput gajah, sawo kecik, trembesi) are know can reduce Pb; all of the plant absorp CO2 and shrubs reduce CO and NOx. Achievment of the GOS show that in the 2003, the wide of GOS approximately 240,89 hectare while in the 2008 changes into 272,44 hectare  ( increase 84,99%).

Keywords: biological diversity, green open spaces (GOS), and air pollution.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Sep 2, 2012, 8:34 AM
Comments