Katakteristik Angin Zonal dan Meridional (Juniarti Visa)

KARAKTERISTIK ANGIN ZONAL DAN MERIDIONAL PADA SAAT 
MUSIM BASAH DAN KERING DI WILAYAH INDONESIA

CHARACTERISTICS OF ZONAL AND MERIDIONAL WIND ON WET AND DRY SEASON OVER INDONESIA REGION

Juniarti Visa 1), Sartono Marpaung 2) dan Nurzaman Adikusumah
Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer-LAPAN 
Jalan Djundjunan, Bandung
Email:1)visamodel@yahoo.com; 2)tono_lapan@yahoo.com


Abstrak: Analisis karakteristik angin zonal dan meridional saat musim basah dan kering di Indonesia berdasarkan data angin zonal dan meridional bulanan dari tahun 1979 sampai 2011 pada level 850 mb. Hasilnya menggambarkan musim basah angin zonal baratan dan angin meridional menuju selatan dominan terjadi di Indonesia. Sedangkan saat musim kering angin zonal timuran dan angin dari selatan menuju utara mendominasi wilayah Indonesia. Angin zonal mempunyai kecepatan yang lebih tinggi dibanding angin meridional saat musim basah maupun kering. Arah angin zonal dan meridional yang terjadi saat musim basah berlawanan arah dibanding saat musim kering. Resultan angin pada musim basah menunjukkan bahwa angin passat timur laut bertiup menuju ekuator, selanjutnya dibelokkan menjadi angin passat tenggara. Sebaliknya saat musim kering, angin passat tengara bertiup menuju ekuator dan dibelokkan menjadi angin passat timur laut. Pembelokan arah angin di ekuator disebabkan oleh pengaruh rotasi bumi terhadap poros semu. Pusat tekanan rendah saat musim basah terjadi di bagian selatan lokasi kajian dan saat musim kering pusatnya di barat lokasi kajian. Angin passat tenggara memiliki kandungan uap air yang tinggi sehingga berpotensi meningkatkan curah hujan di Indonesia. Sedangkan angin passat tenggara sifatnya kering dan memiliki kadar uap air yang rendah sehingga mengakibatkan penurunan curah hujan di Indonesia.

Kata kunci: karakteristik, angin zonal/meridional dan vektor angin.


Abstract. Analysis of zonal and meridional wind characteristics during wet and dry season in Indonesia will be using monthly zonal and meridional wind from 1979 to 2011 in 850 mb level. The results is describes that in wet season westerly’s and meridional winds southern is dominant occurred in Indonesia. While in dry season easterlies and zonal winds northern dominate by the region of Indonesia. Zonal wind speed has stronger than meridional wind in all seasons. Zonal and meridional wind direction that occurs in wet season is opposite direction than the dry season. Resultant wind in the wet season showed that the trade winds blowing toward the equator northeast, then deflected to southeast trade wind. Conversely in dry season, winds blowing toward the equator landmark of trade winds and deflected to the northeast. Deflection of the wind direction at the equator is caused by the influence of eearth’s rotation on axis apparent. Low pressure during wet season is in the southern part of the area and during dry season in west central study site. Wind direction of southeast is trade winds has a high content of water vapor thereby potentially increasing rainfall in Indonesia. The trade winds east of it’s dry and has a low moisture content resulting decrease of rainfall in Indonesia. 

Keywords: characteristics, zonal/meridional wind and wind vector.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Sep 28, 2014, 5:41 PM
Comments