Karakteristik Emisi Gas (Muryanto)

KARAKTERISTIK EMISI GAS 
PADA UJICOBA INSINERATOR BERGERAK

EMITTED GAS IN MOBILE INCINERATOR PROCESS 

Muryanto dan Muchlis 
Pusat Penelitian Kimia – LIPI
Kawasan PUSPIPTEK, Serpong, Tangerang
Email: moer_yanto@yahoo.com 

Diterima April 2013, diterima setelah perbaikan Juli 2013
Disetujui untuk diterbitkan September 2013

Abstrak: Jumlah penggunaan dan ketersediaan obat di Indonesia cukup tinggi, mengingat besarnya jumlah penduduk Indonesia. Ketersediaan yang cukup banyak dapat menimbulkan resiko banyaknya obat yang memasuki masa kadaluarsa. Obat kadaluarsa ini tidak dapat digunakan lagi, sehingga perlu dilakukan pemusnahan agar tidak terjadi penyalahgunaan. Pemusnahan obat kadaluarsa ini perlu dilakukan secara tepat untuk meminimalisasi timbulnya bahaya lain seperti emisi yang dapat membahayakan lingkungan. Pembakaran dilakukan menggunakan insinerator yang didesain khsusus untuk pembakaran obat-obatan berkapasitas 5 kg. Insinerator ini terdiri dari dua ruang bakar yaitu ruang bakar utama untuk pembakaran obat tidak terpakai dan ruang bakar kedua untuk pembakaran gas hidrokarbon menjadi gas CO2. Suplai panas berasal dari gas burner di masing-masing chamber berkapasitas 70.000 kcal/jam. Insinerator ini diletakkan pada platform beroda berukuran 2 m x 4 m untuk melayani pemusnahan di lokasi yang tersebar. Pada tahap ujicoba digunakan obat kadaluarsa serta pati singkong. Emisi gas yang keluar dari cerobong dianalisa untuk dibandingkan dengan baku mutu. Analisa gas baru terbatas pada gas-gas parameter pembakaran yaitu karbondioksida, karbon monoksida, SOx dan NOx. Dari hasil analisa diperoleh nilai emisi CO2 sebesar 5.5 %, kadar CO sebesar 2 ppm, kadar SOx < 14 ppm, dan kadar NOx sebesar 71 ppm. Sehingga dapat disimpulkan nilai emisi tersebut memenuhi baku mutu emisi udara untuk insinerator, Keputusan Kepala Bapedal No. KEP-03/BAPEDAL/09/1995.

Kata kunci: gas emisi, insinerator, limbah, dan obat. 


Abstract: The amount of consumption and availability of drugs in Indonesia is quite high, considering the population in Indonesia. The problem that can occur in this situation is many unused drugs can be expired. Expired drugs cannot be used again, so there need to destruction in order to avoid abused. Destruction of expired drugs needs to be done properly to minimize the occurrence of other hazards such as emissions that could harm the environment. The solution for this problem is using mobile incinerator for drugs destruction that can be used in many locations. The paper presents a quality of emitted gas out to incinerator that designed to destruction the drugs. The mobile incinerator consist of two chambers, that primary chamber for burning solid drugs and secondary chamber for burning hydrocaarbon gases to be carbondioxide. Two 70.000 kcal/hr gas burners are used to ignite the drugs and to maintain a constant combustion temperature. The mobile incinerator is placed on wheeled platform having size 2 m x 4 m. The mobile incinerator was completed with an exhaust gas treatment unit consisted of a quencher and a jet venturi scrubber. Gas analysis in this paper only in gas that have influence to combustion, which are carbon dioxide carbon monoxide,SO2 and NOx. From analysis value of CO2, CO, SO2, and NOx are 5.5 %, 2 ppm, < 14 ppm, and 71 ppm. The emiited gas from mobile incinerator achieved the emission gas standard, KEP-03/BAPEDAL/09/1995. 

Keywords: emission, drugs, incinerator, and waste.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Sep 13, 2015, 9:11 AM
Comments