Kajian Awal Potensi Dampak (Lilik Slamet S.)

KAJIAN AWAL POTENSI DAMPAK RENCANA PENGOPERASIAN

AIR LAUNCH SYSTEM TERHADAP LINGKUNGAN ATMOSFER

 

STUDY OF THE POTENTIAL FOR THE IMPACT OF PLANNING OF

AIR LAUNCH SYSTEM ON THE ENVIRONMENT ATMOSFER

 

Lilik Slamet S1), Agung Haryanto, Hendarman, Hendra Sumpena, dan Mahmud
Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer & Iklim Lembaga Penerbangan & Antariksa Nasional
Jl. Dr. Djundjunan 133 Bandung 40173
Email: 1)lilik@bdg.lapan.go.id; lilik_lapan@yahoo.com

  

Abstrak: Air Launch System (ALS) adalah peluncuran wahana antariksa dari udara merupakan proyek pertama kali di dunia dan mengambil tempat di bandara Frans Kaiseipo, Biak (Indonesia) hingga diperlukan kajian potensi dampak dari kegiatan ini. Proyek ini merupakan kerjasama antara pemerintah Rusia dengan Indonesia. Kajian dan analisis dilakukan terhadap jenis, sifat fisik dan kandungan kimia bahan bakar dan oksidator yang dipergunakan pada ALS ini yang kemungkinan berdampak terhadap lingkungan atmosfer. Bahan bakar dan oksidator yang dipergunakan pada ALS ini berturut-turut adalah kerosin dan oksigen cair. Hasil kajian dan analisis menyimpulkan kandungan kimia dalam bahan bakar dan oksigen cair yang digunakan oleh ALS tidak mengandung zat kimia berbahaya (B3=Bahan beracun dan berbahaya). Bila ditinjau dari plume, maka kegiatan ALS dapat dikatagorikan tidak berdampak negatif pada lingkungan atmosfer. Bila ditinjau dari noise akustik, maka kegiatan ALS tidak menghasilkan gangguan pada komunitas sekitar Bandar Antariksa. Penambahan frekuensi penerbangan bila ALS beroperasi hanya kecil sekitar 0,019 % sampai 0,089 %. Polutan yang dilepaskan roket terbesar adalah CO dan terkecil adalah H2. Cairan utama dalam uap dari plume ketinggian rendah adalah uap air yang dapat terkondensasi. Atenuasi (pelemahan sinyal gelombang frekuensi tinggi) juga tidak dihasilkan oleh kegiatan ALS ini.

Kata kunci: atmosfer, dampak, kajian, dan polutan.

 

Abstract: Air Launch System (ALS) was the launching of the space vehicle from air was the project on first time in the world and took the place in Frans Kaiseipo, Biak (Indonesia) until needed by the study of the potential for the impact of this activity. This project was cooperation between Russian government and Indonesia. The study and analysis were carried out toward the kind, physical characteristic and content of fuel chemistry and oxydator that was utilized to ALS this that the possibility had an impact on the atmosphere envieronment. The fuel and oxydator that was utilized to ALS this successive was kerosene and liquid oxygen. Result from  study and analysis concluded the content of chemistry in fuel and liquid oxygen that were used by ALS did not contains dangerous chemicals (matter was not poisonous and dangerous). When being inspected from plume, then  ALS activity could be categorized did not have a negative impact on the atmosphere environment. When being inspected from noise acoustic, then the ALS activity did not produce disturbance to the community around in space port. Increasing in frequency of the flight when ALS operated only was small around 0,019 % until 0,089 %. The pollutant that was released the biggest rocket was CO and smallest was H2. The main liquid in vapour from plume the low height was vapour could condensation. The attenuation (the weakening of the wave signal of the high frequency) also was not produced by activity ALS.

Keywords: atmosphere, impact, pollutant, and study.

Comments