Indonesia-Japan Expert Discussion

Indonesia-Japan Expert Discussion akan diadakan tanggal 22 Februari 2013
Jam 0800 - 1700,                                                                                              
tempat: Auditorium Rosada, Plasa Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana Bandung.       tidak dipungut beaya

Tema: The Improvement of Sanitation Systems in Bandung for the Sustainability of Citarum River Basin

Diskusi ini terbuka untuk umum dengan berbagai bidang ilmu atau pekerjaan beragam. Misal Ahli Teknik Mesin, Sipil,  tataruang, Sisologi, Ekonomi, Budaya, Lingkungan, Biologi, kedokteran, Petanian dan lain-lain.
Daftarkan diri anda sesegara mungkin dengan mengisi form terlampir (di bagian bawah halaman ini) dan kirimkan ke redaktur@lingkungan-tropis.org. Karena jumlah peserta terbatas hingga 100 orang, daftar sekarang juga.

Organizer:


hibaura 
Institute of Technology

 Sanitama University




Japan Environmental Sanitation Center


Pemerintahan
Kota Bandung



 Japan Fund Global Environment of the Environmental Restoration and Conservation Agency





BACKGROUND

    Bandung terletak di daerah Tangkapan sungai Citarum yang sangat tercemar oleh buangan rumah tangga dan industri. Banjir dan kekumuhan telah melanda kota Bandung dengan jumlah penduduk lebih dari 2 juta jiwa. Untuk perbaikan kehidupan perkotaan dan keberlanjutan sungai Citarum dan daerah tangkapannya, pembenahan sistem sanitasi kota Bandung perlu dijadikan prioritas. 

    Saat ini, fasilitas pembuangan sampah cara konvensional, yaitu pengangkutan menuju ke TPA Sarimukti berjarak rata-rata 40 kilometer dari sumber sampah. Demikian pula banyak masyarakat Bandung tidak memiliki MCK, atau setidaknya tinja dialirkan ke sungai yang melintas di dalam kota Bandung. Sebagian kecil rumah di Bandung terhubung dengan sistim perpipaan air kotor menuju Kolam pengolahan tinja di Bojongsoang yang terletak 20 km dari kota Bandung. System tersebut ternyata tidak berjalan dengan baik, pengembangannya membutuhkan beaya tinggi dan lambat. 

    Alternatif konsep yang diajukan adalah Decentralized Sanitation Systems toward Zero Waste. Sehingga diperlukan suatu instalasi pengolah lumpur dan sampah organik menjadi gas metan untuk pembangkit tenaga listrik dan untuk produksi pupuk organik untuk penggantian pupuk kimia dengan cara lebih mulus. Instalasi ini melayani 2000 hingga 5000 rumah untuk mengubah zat-zat dengan model terdesentralisasi yang terjangkau secara ekonomi di masa yang akan datang.

    Untuk mematangkan konsep ini, pemikiran secara terintegrasi dengan mengembangkan System Interrelationship Model telah dilakukan. Oleh karenanya kami memerlukan pemikiran dan tindakan positiv para ahli dengan latar belakang socio-technology, socio-economy, dan socio-budaya dalam bidang Teknik Lingkungan, system sanitasi perkotaan termasuk kesehatan masyarakat, pengelolaan buangan organik, peternakan. Selanjutnya, aktifis dari Lembaga Swadaya Masyarakat dapat pula berbagi pengalaman praktis.

    Expert Discussion merupakan salah satu Knowledge Acquisition Technique yang akan kami tempuh pada tahap awal. Peningkatan sanitasi di kota Bandung akan sekaligus merupakan salah satu rangkaian perbaikan kualitas hidup perkotaan. Tahapan berikutnya adalah Penemuan Model Project melalui pemikiran mendalam dari para ahli dari Indonesia dan Jepang


THE PROBLEMS

    Masalah utama yang disoroti adalah buruknya sanitasi kota Bandung yang memacu banjir, penurunan kualitas air sungai dan air tanah, dan penurunan status kesehatan masyarakat. Sampah telah menggunung di dalam kota. Sedangkan air buangan rumah tangga dan tinja mengotori sungai yang mengalir di dalam kota. Sangtlah sulit mencari tempat baru untuk Tempat Pembuangan Akhir sampah secara terus-menerus, sebagaimana TPA yang ada berjarak lebih dari 40 km dari kota. Demikian pula pengembangan jaringan air kotor lambat dan pengolahan di Bojongsoang masih mengalami banyak kendala seperti keterbatasan kapasitas dan effektivitas pengolahan.

    Oleh karenanya, hal ini diasumsikan bahwa decentralized community-based treatment systems untuk sludge dan buangan organik dapat menjadi sasaran IJED menuju pada penemuan suatu Model Project pada tahap berikutnya.


SCOPE 

    Cakupan diskusi akan berkisar pada pengembangan Community-based Urban Sanitation System  yang efektif di Kota Bandung. Sistem dapat mencakup terutama sludge dari buangan rumah tangga, lumpur septik tank, dan sampah rumah tangga untuk masalah Landfill sebagaimana juga hal ini akan memperbaiki kualitas air sungai dan air tanah beserta banjir dalam jangkan panjang. 

    Dalam diskusi ini komponen yang menyertai sistim sanitasi saat ini akan dinilai dan dipikirkan cara lain untuk menstrukturkannya kedalam Basis Masyarakat. Komponen tersebut diklasifikasikan menjadi: Institusi, Peranserta Masyarakat, dan Infrastruktur & Technology. 


THEME 

The Improvement of Sanitation Systems in Bandung for the Sustainability of Citarum River Basin


OBJECTIVE

    Tujuan diadakannya Expert Discussion ini adalah mempertemukan pemikiran dalam memperbaiki dan mengembangkan sistim anitasi di kota Bandung. Untuk itu investigasi pengetahuan dan kepintaran yang berhubungan dengan Model Project berdasarkan Community based Decentralized Sanitation System akan dibahas. Ini adalah salah satu langkah awal dari kerjasama antara Jepang dan Indonesia untuk penemuan Model Project dalam bidang sanitasi

    Hasil pemikiran para ahli akan disumbangkan kepada pengambil kebijakan Sanitasi tingkat Nasional maupun kota Bandung. Selanjutnya realisasi dalam bentuk fisik diharapkan akan didanai oleh Pemerintah Pusat maupun Daerah bersama-sama dengan lembaga Internasional termasuk Jepang.


METHODOLOGY 

    Mengingat kompleksitas masalah sangat tinggi, pendekatan dilakukan dengan mengembangkan System Interrelationship Model (SIM) tentang sanitasi di kota Bandung. Dengan demikian masalah Sanitasi akan didiskusikan dari berbagai sudut kepentingan secara terpadu. 

    Disini, Instansi pemerintah yang berhubungan dengan cakupan diskusi akan mengutarakan permasalahan. Instansi Pemerintah tersebut yaitu PDAM, Air Limbah, Beppeda Kota Bandung, PD Persampahan, Dinas Permukiman dan Peumahan Prov. Jawa Barat, dan BBWS Citarum. 

    Selanjutnya peserta diskusi akan memberikan pemecahan masalah yang dipandu oleh pimpinan sidang. Aliran diskusi dipandu berdasarkan SIM yang terdiri dari tiga topik, yaitu Institusi, Partisipasi Masyarakat, dan Infrastructur & Teknologi. Hasil diskusi akan dilanjutkan dengan kesimpulan dan rekomendasi. 


DATE & PLACE

IJED akan diadakan pada tanggal 22 February 2013 di Auditorium Rosada, Perkantoran Kota Bandung.
Jalan Wastukencana, Bandnung. 


LANGUAGE 

Indonesia, Inggris, dan Jepang
Penterjemah akan disediakan 


PARTICIPANTS 

    Diskusi ini terbuka untuk umum dengan berbagai bidang ilmu atau pekerjaan beragam. Misal Ahli Sosial-Ekonomi, Sosial-Budaya, Petanian, Peternakan, Teknik Sipil, Teknik Mesin dan Listrik, Teknik Lingkungan, tataruang, Kesehatan Masyarakat, dan lain-lain. Jumlah peserta dibatasi hingga 100 orang ahli. Institusi yang akan menghadiri berasal dari unsur perguruan tinggi, pemerintah kota Bandung, PResearh Centers, emerintahan Propinsi Jawa Barat, Lembaga Penelitian dan Pengembangan, Lembaga Swadaya Masyarakat, serta organisasi profesi.


THE AGENDA (masih dalam proses konfirmasi)

Plenary Session

No

Time

Topic

Speaker

 

0800-0900

Registrasi

 

0900-0910

Laporan Ketua Panitia IJED

Distarcip

 

0910-0930

Pembukaan oleh Wali Kota Bandung


Dr. H. Dada Rosada

 

0930-0950

Sambutan Director General Cipta Karya, Kementrian Pekerjaan Umum

Ir. Imam S. Ernawi, MCM., MSc

 

0950-1010

Coffee Break

 

1010-1030

Sambutan Presiden JESC

Mr. Akio Okumura

 

1030-1050

Sambutan President JICWES

Prof. J. Matsushita

 

1050-1110

“System Wide-Focus on Problems related to the Improvement of Sanitation Systems in Bandung”


Dr. Priana Sudjono

Ir. Tammi Lasmini, MSc.

 

1110-1300

Makan Siang

 

Parallel Session: Classroom discussion

Time

Topic

Class Room A

Class Room B

Class Room C

 

Kelompok diskusi

Institusi

Partisipasi Masyarakat

Infrastruktur & Technologi

1300-1320

Presentasi masalah yang ada atau yang dihadapi


a. BAPPEDA kota Bandung

b. Dinas Permukiman dan Perumahan Prov. Jawa Barat

a. BBWS Citarum


b. PD Kebersihan kota Bandung.


a. Pengelola Air Kotor Bandung

b. PDAM Kota Bandung

1320-1600

Diskusi

 

1600-1630

Coffee Break

1630-1700

Kesimpulan dan Penutupan 
Photo bersama

 

NETWORK & COLLABORATION

    Considering the complexity of urban sanitation problems in the study area of Bandung City, it is necessary to gain collaborations with various stakeholders as well as from various related internal and external institutions. In respect to the internal institutions, the proposed activities need to collaborate with sanitation related institutions in Indonesia such as National Research Institute, Indonesian Institute of Science, Ministry of Higher Education, and Ministry of Public Works. The Executive team of the Indonesian side has recently informed the internal institutions. Moreover, external collaboration through JICWES will be expected to strongly support the proposed scheme. The IJED event is part of the collaboration frameworks between Indonesia and Japan on Urban Sanitation Promotion.


Kirimkan pendapat ada di http://tropical-environment.blogspot.com/

 
Pembangkit Listrik dari Biogas
 
Pupuk Cair untuk Pertanian
 
Instalasi Biogas Pedesaan

ĉ
Lingkungan Tropis,
Feb 1, 2013, 5:05 PM
Comments